Ancam Lumpuhkan Pelabuhan! Ribuan Buruh TKBM Balikpapan Siap Gelar Aksi Tuntut Hak Kerja Lokal

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 07:15 WIB
Serikat Pekerja TKBM Karya Samudera Sakti (KSS) Pelabuhan Semayang siap menggelar aksi 10 September mendatang di depan kantor KSOP Balikpapan. (IST)
Serikat Pekerja TKBM Karya Samudera Sakti (KSS) Pelabuhan Semayang siap menggelar aksi 10 September mendatang di depan kantor KSOP Balikpapan. (IST)

BALIKPAPAN — Aktivitas kepelabuhanan di Pelabuhan Balikpapan berpotensi mengalami gangguan signifikan pada Kamis (10/9/2026). Serikat Pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Karya Samudera Sakti (KSS) bersiap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan.

Aksi ini dipicu oleh desakan para pekerja agar tenaga kerja lokal dilibatkan secara penuh dalam kegiatan bongkar muat batubara metode ship to ship (STS) yang menggunakan plotting crane.

Ketua Pimpinan Cabang SB/SP Pelabuhan Balikpapan FSPTI khusus TKBM KSS, Roni Adi Santi, menegaskan bahwa kehadiran pekerja lokal harus diprioritaskan dalam setiap kegiatan operasional di wilayah kerja Pelabuhan Balikpapan.

"Kami meminta agar tenaga kerja bongkar muat dari Karya Samudera Sakti dilibatkan dalam kegiatan tersebut," ujar Roni.

Tak hanya menuntut ruang kerja, FSPTI SPSI TKBM KSS juga mendesak KSOP Balikpapan memberikan sanksi tegas kepada Perusahaan Bongkar Muat (PBM) yang nekat menjalankan operasional STS batubara tanpa memberdayakan pekerja dari KSS.

Persoalan ini kian memanas setelah serikat pekerja melayangkan tuntutan agar Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut (Kabid Lala) KSOP Kelas I Balikpapan, Toni D, mundur dari jabatannya. Pejabat bersangkutan dinilai gagal menjalankan fungsi pembinaan serta pengawasan terhadap TKBM sesuai aturan yang berlaku.

Roni memastikan aksi pada Kamis mendatang akan tetap bergulir jika aspirasi mereka diabaikan. Bahkan, pihak serikat siap menurunkan gelombang massa yang jauh lebih besar.

"Apabila tuntutan kami ini tidak dapat dipenuhi atau diindahkan, maka kami akan melakukan gerakan aksi kedua dengan jumlah massa yang lebih besar sampai adanya keputusan Kepala KSOP Kelas I Balikpapan," tegas Roni.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KSOP Kelas I Balikpapan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan maupun rencana aksi serikat pekerja tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
balikpapan