BALIKPAPAN – Musim kemarau yang telah melanda Kota Balikpapan selama hampir dua bulan terakhir mulai berdampak serius terhadap krisis pasokan air bersih. Penurunan debit air baku secara drastis di Waduk Teritip memaksa Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memangkas produksi air bersih hingga separuh dari kapasitas normal. Produksi air yang sebelumnya menembus angka 220 liter per detik kini merosot tajam menjadi hanya sekitar 110 liter per detik, di mana kawasan Balikpapan Timur menjadi salah satu area terdampak paling signifikan.
Menanggapi situasi darurat tersebut, PTMB mengambil langkah taktis dengan memperkuat jalur distribusi cadangan melalui layanan armada truk tangki. Direktur Teknik PTMB, Mohamad Kohirudin, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan sebanyak 17 unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter yang disebar di tiga titik terminal strategis guna menjaga ketercukupan kebutuhan dasar warga Balikpapan.
Strategi penanganan disesuaikan dengan pembagian wilayah pelayanan di tiga terminal utama. Terminal di Jalan MT Haryono, tepatnya di depan Kantor Disdukcapil, difokuskan untuk menyuplai pasokan bagi warga di Balikpapan Selatan dan Balikpapan Timur, sekaligus membantu sebagian wilayah Balikpapan Kota dan Balikpapan Tengah. Sementara itu, armada yang ditempatkan di Balikpapan Utara bertugas menjangkau area utara dan sebagian area tengah, serta terminal di Balikpapan Barat yang disiagakan khusus untuk membackup kebutuhan di wilayah barat.
Meski seluruh armada disiagakan secara optimal, Kohirudin mengakui bahwa proses pengiriman air ke rumah warga harus dilakukan secara bertahap. Pada situasi normal, satu armada truk mampu melakukan pengiriman hingga lima kali dalam sehari. Namun, lonjakan permintaan yang tinggi serta kendala geografis di lapangan membuat waktu tempuh menjadi lebih panjang.
Jarak lokasi yang cukup jauh serta akses jalan menuju permukiman pelanggan yang tidak selalu mudah menjadi tantangan tersendiri dalam proses distribusi darurat ini. Oleh karena itu, PTMB mengimbau masyarakat agar dapat bersabar menanti antrean pengiriman serta terus menghemat penggunaan air bersih selama masa krisis air berlangsung. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co