Siasat Pemkot Balikpapan Urai Antrean Pertalite: Evaluasi Jam Pembelian hingga Usulkan Tambah SPBU

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 18:00 WIB
Rahmad Mas
Rahmad Mas'ud

BALIKPAPAN — Jam menunjukkan pukul delapan malam di kawasan Jalan MT Haryono, Balikpapan, namun deretan mobil sudah mulai mengular panjang. Pemandangan ini menjadi potret harian usai Pemerintah Kota Balikpapan memberlakukan skema baru pembagian jam pembelian Pertalite sekitar sepuluh hari lalu. Meski antrean siang hari relatif mereda, perselisihan ruang di jalanan rupanya hanya bergeser ke malam hari.

Kebijakan yang tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 500.10.1/2094/E/SETDA ini memang dirancang untuk memecah penumpukan kendaraan. Di SPBU MT Haryono dan Sepinggan misalnya, kendaraan roda dua dilayani sejak pagi hingga pukul 22.00 WITA, sementara kendaraan roda empat baru diperbolehkan mengantre setelahnya hingga pagi hari. Adapun SPBU Gunung Guntur disiapkan melayani kendaraan roda empat pada siang hari, disokong lima SPBU lain seperti Teritip, Batakan, Grand City, Gunung Bahagia, dan Kebun Sayur yang difokuskan khusus bagi pengandara roda dua.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memantau dampak skema ini agar tidak menciptakan masalah baru bagi aktivitas warga dan lalu lintas kota.

“Setelah kita coba evaluasi, kondisinya sedikit lebih baik dibandingkan awal-awal sebelum ada regulasi yang kita atur. Kalau lebih banyak manfaatnya, tentu akan kita lakukan terus. Tapi kalau lebih banyak mudaratnya, artinya menyusahkan masyarakat dan ekonomi terganggu, nah ini akan kita evaluasi,” ungkap Rahmad usai meninjau pembangunan sekolah di Grand City, Kamis (10/9/2026).

Guna mengurangi tekanan antrean malam, Pemkot Balikpapan kini mengupayakan terobosan baru dengan menambah titik penyaluran. Pemerintah daerah tengah menunggu keputusan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi untuk mengaktifkan kembali beberapa jalur SPBU di kawasan Batakan, Manggar, dan Kebun Sayur. Pada tahap awal, lokasi-lokasi tersebut akan diprioritaskan bagi kendaraan roda dua demi memecah kepadatan, sebelum perlahan disisipi akses untuk roda empat jika situasi memungkinkan.

Di samping pemetaan ulang jalur, keterbatasan infrastruktur SPBU swasta di Balikpapan turut menjadi akar persoalan. Rahmad mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan permohonan resmi kepada Pertamina untuk turun tangan langsung memperbanyak stasiun pengisian BBM milik negara di wilayahnya.

“Kami meminta kepada Pertamina agar hadir selaku perusahaan pelat merah untuk membuat SPBU yang ada di wilayah Kalimantan, khususnya Kota Balikpapan. Untuk menyenangkan semua orang itu kan tidak mungkin, tetapi bagaimana kita meminimalkan antrean atau meningkatkan kenyamanan warga, itu yang bisa kita lakukan,” tegas Rahmad. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Rahmad Mas’ud