Antisipasi Narkoba Menyusup ke Birokrasi, Polda Kaltim Geber Strategi Pencegahan Terintegrasi

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 09:56 WIB
Kepala DPPR Balikpapan Irma Pertiwi Aryana diterima Dirresnarkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu bersama Kasubdit 1 AKBP Temi.
Kepala DPPR Balikpapan Irma Pertiwi Aryana diterima Dirresnarkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu bersama Kasubdit 1 AKBP Temi.

PROKAL.CO- Maraknya ancaman penyelundupan narkotika hingga ke lingkaran dalam instansi pemerintah membuat Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) mengambil langkah taktis. Perang melawan barang haram tersebut dipastikan tak lagi sebatas tindakan penangkapan, melainkan berfokus pada penguatan pengawasan internal secara menyeluruh.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, mengungkapkan bahwa lingkaran pergaulan terdekat sering kali menjadi celah masuknya peredaran gelap narkoba yang kerap tak terdeteksi.

“Peredaran barang haram ini tentu salah satunya dapat berawal dari lingkungan terdekat atau teman nongkrong. Ini yang terus kami dalami agar tidak ada ruang kosong yang dimanfaatkan pelaku,” ujar Romylus.

Guna membendung ancaman tersebut, Polda Kaltim resmi mengusung strategi baru pada 2026 dengan mengombinasikan penindakan hukum dan pencegahan terintegrasi (integrated prevention).

Melalui pendekatan baru ini, Polda Kaltim mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait untuk aktif memperketat benteng pengawasan di lingkungan kerja masing-masing. Langkah ini penting agar fasilitas maupun area birokrasi tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Romylus menegaskan bahwa upaya memberantas narkotika sudah saatnya menjadi agenda bersama, bukan semata-mata beban di pundak kepolisian.

“Di tahun 2026 ini ada strategi baru. Kita tidak melulu hanya bicara penindakan terpola, tetapi juga pencegahan terintegrasi. Isu ini bukan lagi hanya milik kepolisian. Kami mengajak semua pihak bermitra dan terlibat aktif memikirkan sistem pencegahannya,” pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
polda kaltim