Harga Sayuran di Balikpapan Naik, Kemangi Tembus Rp 14 Ribu

Wawan • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 10:10 WIB
Harga sejumlah sayuran di Pasar Klandasan, Balikpapan, mengalami kenaikan di tengah kondisi harga kebutuhan pokok dan barang penting yang secara umum masih relatif stabil.
Harga sejumlah sayuran di Pasar Klandasan, Balikpapan, mengalami kenaikan di tengah kondisi harga kebutuhan pokok dan barang penting yang secara umum masih relatif stabil.

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN – Harga sejumlah sayuran di Pasar Klandasan, Balikpapan, mengalami kenaikan di tengah kondisi harga kebutuhan pokok dan barang penting (Bapokting) yang secara umum masih relatif stabil.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada kemangi. Harga komoditas tersebut naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 14.000. Sementara harga sawi melonjak dari Rp 15.000 menjadi Rp 30.000.

Kondisi harga dan ketersediaan pangan itu terungkap dalam monitoring Tim Satgas Pangan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan bersama Industri, Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Kaltim di Pasar Klandasan, Jumat (18/9/2026).

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DP3 Kota Balikpapan, Wahidin Alaudin, mengatakan secara umum belum terlihat kenaikan signifikan pada komoditas pangan utama. Dari sisi ketersediaan, stok bahan pangan di pasar juga masih mencukupi.

“Secara umum tidak ada kenaikan harga yang signifikan. Ketersediaan bahan pangan juga sejauh ini masih cukup,” kata Wahidin.

Menurut dia, perubahan harga lebih terlihat pada kelompok sayuran. Faktor cuaca menjadi salah satu penyebab yang memengaruhi produksi dan distribusi komoditas tersebut.

Pedagang juga menghadapi tambahan biaya dalam proses pengiriman maupun perawatan komoditas, yang kemudian berpengaruh terhadap harga jual.

“Khusus sayuran, kenaikan seperti pada kemangi dipengaruhi cuaca. Ada tambahan biaya untuk pengiriman dan perawatannya,” jelasnya.

Selain kemangi dan sawi, harga jagung juga mengalami kenaikan dari Rp6.000 menjadi Rp 8.000.

Berbeda dengan sayuran tersebut, harga cabai rawit justru turun. Komoditas ini sebelumnya berada di angka Rp90.000 dan kini menjadi Rp 80.000 per kilogram. Sementara cabai besar masih bertahan pada harga Rp50.000 per kilogram.

Harga bawang merah dan bawang putih juga belum mengalami perubahan berarti, masing-masing berada di kisaran Rp 40.000 per kilogram.

Untuk beras, harga di tingkat pedagang tercatat Rp19.000 per kilogram untuk beras premium dan Rp17.000 per kilogram untuk beras medium. Sedangkan Minyakita dijual sekitar Rp15.800 per liter.

Adapun di toko penyeimbang, harga beras premium berada di angka Rp87.500 per kemasan lima kilogram. Minyakita dijual Rp15.500 per liter dan gula pasir Rp18.800 per kilogram.

Pada komoditas protein hewani, daging sapi beku berada di kisaran Rp150.000 per kilogram, sedangkan daging sapi segar Rp160.000 per kilogram. Harga ayam utuh sekitar Rp60.000 per ekor.

Sementara harga telur Surabaya dibedakan berdasarkan ukurannya. Telur ukuran kecil dijual Rp53.000 per piring, ukuran sedang Rp58.000 dan ukuran besar Rp65.000 per piring.

Dari sisi pengawasan, Panit 3 Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Kaltim, Iptu Dwi Hari Kristiono, mengatakan monitoring belum menemukan adanya pelanggaran di lapangan.

“Untuk sementara tidak ada pelanggaran. Kondisinya masih stabil. Termasuk pemeriksaan label kedaluwarsa, semuanya masih aman,” ujarnya.

Ia memastikan pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap harga dan stok, tetapi juga menyangkut keamanan produk yang beredar di pasaran.

Menurutnya, kondisi stok pangan di Pasar Klandasan juga masih relatif aman sehingga belum ditemukan indikasi gangguan pasokan.

“Sidak akan terus kami lakukan bersama dinas terkait,” tegas Dwi.

Tim Satgas Pangan akan melanjutkan pemantauan untuk mengantisipasi perubahan harga maupun gangguan pasokan. Perhatian khusus diberikan terhadap komoditas yang produksinya sensitif terhadap perubahan cuaca dan membutuhkan biaya distribusi lebih tinggi.

Editor : Wawan
pasar klandasan balikpapan