Alat Berat Proyek Pengendalian Banjir Hantam Pipa, 7.000 Pelanggan Jargas di Balikpapan Terdampak

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 09:15 WIB
Pekerjaan pengendalian banjir di Jalan D.I. Pandjaitan, Balikpapan Utara, yang berdampak pada jaringan gas setelah terkena alat berat. (Foto Mella Balpos)
Pekerjaan pengendalian banjir di Jalan D.I. Pandjaitan, Balikpapan Utara, yang berdampak pada jaringan gas setelah terkena alat berat. (Foto Mella Balpos)

BALIKPAPAN — Insiden kelalaian pada pengerjaan proyek pengendalian banjir di Jalan D.I. Pandjaitan, Balikpapan Utara, memicu terputusnya berbagai layanan utilitas publik. Sebuah alat berat yang tengah beroperasi merusak pipa induk Jaringan Gas (Jargas) serta pipa PDAM secara bersamaan, Selasa (22/9/2026).

Dampak dari peristiwa tersebut dirasakan langsung oleh sekitar 7.000 pelanggan jargas yang mengalami penghentian pasokan gas. Tak hanya itu, kerusakan pipa PDAM yang berdekatan membuat suplai air bersih terhenti, ditambah padamnya aliran listrik di kawasan sekitar pada waktu yang berdekatan.

Direktur Utama Perumda Manuntung Sukses Balikpapan, Andi Sangkuru, mengonfirmasi bahwa titik kerusakan berada tepat di komponen utama distribusi gas.

"Kalau pipa kecil yang kena, paling sekitar seribu sambungan. Tapi karena yang terkena pipa induk, kami harus menutupnya dari pusat," terang Andi saat berada di Gedung DPRD Balikpapan, Jumat (25/9/2026).

Guna mengantisipasi potensi bahaya kebocoran, petugas terpaksa melakukan penutupan darurat pada gate valve berdiameter 200 mm dan 100 mm di kawasan simpang tiga Maxi-Sumber Rejo.

Proses pemulihan di lapangan sempat mengalami kendala teknis. Kebocoran pipa PDAM yang hancur dihantam alat berat membanjiri area kerusakan pipa gas, sehingga tim teknis harus menunggu genangan air mengering sebelum dapat melakukan pembongkaran. Selain itu, ketersediaan suku cadang pengganti yang rusak harus didatangkan secara khusus dari Kecamatan Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

"Di Panjaitan kemarin memang kena bertubi-tubi. Air kena, gas kena, listrik juga sempat padam," tambah Andi.

Saat ini, aliran pasokan jargas dilaporkan telah kembali beroperasi normal. Pihak Perumda Manuntung Sukses menyatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan untuk melakukan evaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan pemetaan utilitas bawah tanah, guna mencegah kejadian serupa terulang pada proyek fisik mendatang. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
balikpapan jargas