BALIKPAPAN — Harga sejumlah bahan pangan pokok di pasar tradisional Kota Balikpapan merangkak naik tajam dalam beberapa pekan terakhir. Di Pasar Klandasan, Kecamatan Balikpapan Kota, para pedagang mengungkapkan bahwa lonjakan harga kali ini merupakan yang tertinggi selama puluhan tahun mereka berjualan.
Komoditas cabai rawit mencatatkan kenaikan paling fantastis. Harganya yang biasa bertengger di kisaran Rp35.000 per kilogram kini melonjak hingga menembus Rp120.000 per kilogram.
"Cabai Rp120.000. Biasanya Rp35.000," ujar Nana (61), salah satu pedagang di Pasar Klandasan, Rabu (7/10/2026).
Tak hanya cabai rawit, komoditas bumbu dan sayuran lainnya turut mengekor naik. Harga timun melambung dari Rp10.000 menjadi Rp25.000 per kilogram, jeruk nipis meroket dari Rp12.000 ke Rp30.000 per kilogram, dan serai melonjak dari Rp9.000 menjadi Rp20.000. Sementara itu, harga kemangi naik tiga kali lipat dari Rp4.000 menjadi Rp12.000 per ikat, serta harga modal tomat dari distributor sudah menyentuh Rp20.000 per kilogram.
Nana yang sudah berjualan selama dua dekade di Pasar Klandasan mengaku berada dalam dilema besar. Selain daya beli masyarakat yang merosot, pedagang kerap dituduh mengambil keuntungan berlebih oleh pembeli, padahal pasokan barang memang sangat langka dan mahal dari daerah asal.
"Ini yang paling tinggi selama saya jualan di sini. Kadang kalau naik sedikit, pembeli mengira kita yang mahalin," aku Nana.
Pedagang menduga fenomena kemarau panjang yang melanda wilayah penyuplai menjadi pemicu utama merosotnya produksi panen dan terganggunya jalur distribusi. Para pedagang berharap pemerintah daerah segera turun tangan mengamankan rantai pasokan pangan agar harga tidak terus melambung dan membebani masyarakat. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co