PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Langit Kota Balikpapan tampak kelabu diselimuti kabut asap. Kualitas udara kian memburuk hingga mencatatkan angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di level 108 pada Senin (12/10/2026) pagi, yang secara resmi menempatkannya dalam kategori Tidak Sehat.
Menghadapi ancaman nyata terhadap kesehatan ribuan anak sekolah, Pemerintah Kota bersama DPRD Balikpapan bergerak cepat. Hari ini, sebuah rapat darurat lintas sektor digelar guna mengkaji opsi penghentian sekolah tatap muka dan beralih sepenuhnya ke sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, menegaskan bahwa pihaknya telah memanggil sejumlah instansi kunci untuk duduk bersama dalam rapat penentuan kebijakan yang dijadwalkan pukul 14.00 WITA. Pertemuan krusial ini melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Kota (DKK), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta tim Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski opsi belajar dari rumah masih menunggu ketok palu hasil pembahasan bersama, Gasali menekankan bahwa keselamatan siswa adalah harga mati. Langkah antisipatif ini didorong oleh lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Balikpapan yang kini telah mencapai tahap mengkhawatirkan.
"Dinas terkait sebenarnya sudah mengeluarkan imbauan kewaspadaan sejak dua bulan lalu. Namun, melihat eskalasi polusi saat ini, sekadar imbauan tidak lagi cukup. Kita harus menaruh keselamatan anak-anak sebagai prioritas mutlak agar mereka tidak menjadi korban kabut asap," tegas Gasali.
Berdasarkan data DLH Balikpapan, memburuknya kualitas udara ini dipicu oleh tingginya konsentrasi partikel halus PM 2.5 akibat karhutla, yang sangat berbahaya jika dihirup dalam durasi lama.
Jika nantinya opsi PJJ resmi diberlakukan, penerapannya dipastikan bersifat situasional dan terus dievaluasi mengikuti perkembangan harian. Aktivitas belajar di sekolah baru akan kembali dibuka normal apabila kabut asap benar-benar mereda dan kualitas udara Balikpapan dinyatakan kembali sehat. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : balpos