PROKAL.CO- Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung Kota Balikpapan mulai berdampak langsung pada sektor pendidikan. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan secara resmi mengambil kebijakan untuk menyesuaikan jam masuk sekolah menjadi lebih siang guna menekan risiko paparan udara beracun pada anak-anak.
Melalui keputusan yang dihasilkan dalam rapat koordinasi daring pada Senin (12/10/2026), seluruh siswa diinstruksikan untuk masuk sekolah satu hingga två jam lebih lambat dari jadwal biasanya. Meskipun kualitas udara terpantau memburuk dan memicu kecemasan para orang tua, Pemkot Balikpapan menegaskan belum memindahkan proses belajar mengajar ke sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah online. Pembelajaran tatap muka tetap dipertahankan dengan penerapan protokol kesehatan yang diperketat.
Asisten I Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Zulkifli, mengungkapkan bahwa keputusan untuk belum memberlakukan sekolah daring merujuk pada regulasi pusat, yaitu Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2026. Berdasarkan pantauan terkini Kementerian Lingkungan Hidup, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Balikpapan untuk parameter PM2,5 berada pada angka 105. Angka ini memang masuk kategori tidak sehat, namun belum memenuhi ambang batas pemberlakuan PJJ secara total yang mensyaratkan nilai ISPU menembus angka di atas 200.
"Sekarang yang kami lakukan adalah mengurangi kemungkinan anak-anak terpapar asap, terutama saat berangkat sekolah, tanpa harus langsung mengorbankan keberlangsungan pendidikan mereka di kelas," ujar Zulkifli, Selasa (13/10/2026).
Atas dasar pertimbangan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan merekomendasikan seluruh sekolah memundurkan jam masuk dari pukul 07.00 WITA menjadi pukul 08.00 atau 09.00 WITA, menyesuaikan dengan kondisi riil di lingkungan sekolah masing-masing.
Selain memundurkan jam belajar, Pemkot Balikpapan juga menghentikan seluruh bentuk aktivitas siswa di luar ruangan. Kegiatan lapangan seperti upacara bendera, apel pagi, hingga pelajaran olahraga untuk sementara waktu resmi ditiadakan. Para siswa disarankan menggunakan masker selama perjalanan pergi dan pulang sekolah serta saat berada di luar ruangan.
Keadaan kabut asap yang menyelimuti Balikpapan sendiri terindikasi kuat sebagai asap kiriman dari daerah tetangga. Karakteristik paparan asap terpantau sangat pekat pada pagi hari dan perlahan mengurai menipis menjelang siang, sehingga pengunduran jam masuk sekolah dinilai sebagai langkah paling pas saat ini.
Pemkot Balikpapan memastikan akan terus memantau dinamika kualitas udara selama tiga hari ke depan sebagai bahan evaluasi krusial.
"Kami ingin memastikan perkembangan situasinya terlebih dahulu. Jika eskalasi memburuk, keputusan untuk mempertahankan tatap muka atau mengambil langkah lanjutan berupa PJJ akan segera disesuaikan dengan kondisi udara di Balikpapan," tegas Zulkifli.
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co