Langit Kalimantan Dikepung Asap! 390 Penerbangan Kacau Parah, Angka Batal dan Delay Melonjak Tajam

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:01 WIB
Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan.
Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan.

 
BALIKPAPAN — Bencana udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan kini resmi melumpuhkan jalur transportasi udara di langit Kalimantan. Sepanjang sepekan terakhir, terhitung sejak 12 hingga 18 Oktober 2026, sebanyak 390 jadwal penerbangan di bawah pengawasan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII mengalami kekacauan parah. Imbas dari pekatnya paparan asap beracun ini memaksa 330 penerbangan terpaksa dibatalkan dan ditunda, mencatatkan lonjakan drastis hingga 65 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Kondisi ini menjadi alarm keras bagi masyarakat yang merencanakan perjalanan udara di wilayah Kalimantan dalam waktu dekat.

Kekacauan di sektor aviasi ini berakar pada merosotnya jarak pandang (visibility) yang berada jauh di bawah ambang batas aman akibat kepungan asap karhutla. Kepala Otban Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, menegaskan bahwa gangguan ini memicu efek domino yang meluas. Ketika satu bandara tertutup asap pekat, seluruh rute penerbangan yang terhubung dengan bandara tersebut otomatis terhenti total. Dampaknya tidak berhenti pada bandara yang mengalami penurunan jarak pandang saja, melainkan penerbangan dari dan menuju bandara tersebut dipastikan terkena imbasnya secara langsung.

Data resmi Otban Wilayah VII membeberkan tren gangguan yang sangat mengkhawatirkan. Pada periode 5 hingga 11 Oktober, gangguan penerbangan baru menyentuh angka 291 jadwal. Namun hanya dalam kurun waktu sepekan setelahnya, angkanya meledak menjadi 390 penerbangan atau naik sebesar 34 persen. Kenaikan paling ekstrem terjadi pada kategori pembatalan (cancel) dan penundaan (delay), yang melompat signifikan dari 200 penerbangan menjadi 330 penerbangan.

Sebaran dampak karhutla di wilayah kerja Otban Wilayah VII menunjukkan disparitas yang mencolok, dengan wilayah Kalimantan Tengah keluar sebagai zona merah dengan tingkat kelumpuhan terparah. Dari total 390 penerbangan yang kacau balau, sebanyak 298 penerbangan atau sekitar 76,4 persen terjadi di rute-rute Kalimantan Tengah. Sementara itu, wilayah Kalimantan Timur menempati posisi kedua dengan 82 jadwal penerbangan yang terdampak, disusul oleh Kalimantan Utara dengan 10 penerbangan. Besarnya angka gangguan di Kalimantan Tengah membuktikan kepekatan asap di wilayah tersebut telah mencapai titik kritis, memaksa maskapai mengambil keputusan operasional ekstrem demi menghindari kecelakaan fatal.

Menghadapi ratusan jadwal yang berantakan dan antrean panjang calon penumpang di konter check-in Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan maupun bandara lainnya, pihak otoritas menegaskan tidak ada kompromi terkait aturan keselamatan dan jarak pandang. Setiap penurunan kualitas udara langsung direspons dengan keputusan pendaratan darurat, penundaan jam terbang, pengalihan pendaratan ke bandara lain (divert), hingga pembatalan mutlak.

Otban Wilayah VII kini bersiaga penuh memantau pergerakan arah angin dan ketebalan asap secara real-time di seluruh bandara bawah pengawasannya. Pemantauan dan koordinasi terus dilakukan agar setiap keputusan operasional yang diambil selalu sesuai dengan kondisi dinamis di lapangan. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dan harga mati yang tidak dapat ditawar, terutama saat ketebalan asap karhutla masih secara fluktuatif mengancam keselamatan penerbangan. (mel/yud)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
SAMS Sepinggan Balikpapan