Libur lebaran ini, dipastikan ada kenaikan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Derawan dan Pulau Maratua. Oleh karenanya, Dishub Berau dan BUMK menyediakan 10 unit speedboat untuk layanan ke Maratua dan Derawan.
"Total armada speedboat yang siap berlayar ke Derawan dan Maratua berjumlah 15 unit. Selain itu, ada tambahan armada sebanyak tujuh hingga 10 unit yang juga dalam kondisi layak jalan setelah melalui ramp check," kata Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Darat dan Sungai, Dishub Berau, Hendra.
Hendra menambahkan, sebanyak tujuh personel Dishub akan ditempatkan di pos Dermaga Sanggam untuk menjaga kondusivitas arus mudik menuju Pulau Derawan dan Pulau Maratua, terutama untuk mengantisipasi adanya praktik calo tiket.
“Pembelian tiket speedboat menuju Derawan dan Maratua dilakukan di bawah naungan BUMK masing-masing daerah. Kami yakin tidak ada praktik calo tiket. Namun, jika ditemukan, kami akan langsung melaporkan kepada pihak BUMK terkait,” tegasnya.
Terkait keberangkatan, Hendra menjelaskan, mayoritas penumpang yang berangkat dari Dermaga Sanggam menuju Pulau Maratua. Meskipun demikian, penumpang yang ingin turun di Pulau Derawan juga diperbolehkan, dengan jumlah tertentu.
“Harga tiket menuju Pulau Maratua dan Derawan adalah Rp 310 ribu per orang, sesuai dengan jumlah kursi yang tersedia di speedboat,” ucapnya. “Kami pastikan kapasitas armada tidak akan melebihi batas, dan jumlah penumpang baik anak-anak maupun dewasa kami samakan,” tambahnya.
“Jam operasional keberangkatan terakhir adalah pukul 15.00 Wita. Selama arus mudik dan balik Lebaran, keberangkatan akan dilakukan dua kali dalam sehari,” ujarnya.
Pihak Dishub memperkirakan jumlah keberangkatan penumpang mencapai sekitar 100 orang per hari, hanya untuk keberangkatan, dengan mayoritas penumpang merupakan warga asli dari kedua pulau tersebut.
“Untuk memastikan perjalanan aman dan lancar, kami telah bekerja sama dengan BPBD, Basarnas, Polairud, PMI, dan Jasa Raharja. Kami juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang,” pungkas Hendra.(aky/arp)
Editor : Indra Zakaria