PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kepala Perum Bulog Cabang Berau, Lucky Ali Akbar, mengungkapkan kapasitas gudang Bulog saat ini belum ideal untuk mengamankan pasokan pangan jangka panjang.
Saat ini, gudang Bulog di Berau hanya mampu menampung maksimal sekitar 1.700 ton.
“Dengan jumlah penduduk Berau sekitar 300.000 jiwa, dan asumsi konsumsi beras per bulan mencapai 2.000 ton, maka jika kita kalikan kebutuhan untuk tiga bulan saja, itu sudah sekitar 6.000 ton. Jadi, idealnya kapasitas gudang memang harus sebesar itu,” jelasnya.
Apalagi, gudang tersebut bukan hanya digunakan untuk menyimpan beras, melainkan juga sejumlah komoditas pokok lainnya.
Pihaknya pun telah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terkait rencana tersebut.
“Sudah ada pembicaraan dengan Pemkab Berau bahwa gudang Bulog perlu ditingkatkan lagi kapasitasnya. Saat ini kami masih menunggu persetujuan lebih lanjut,” tuturnya.
Mengenai lokasi calon lahan untuk pembangunan gudang baru, Lucky menyebut masih dalam tahap penjajakan.
Sembari menunggu proses tersebut, Bulog Berau selama ini mengandalkan sejumlah opsi untuk menjaga ketersediaan stok.
“Di sisi lain, kami juga harus pintar mengatur ritme distribusi dan penyaluran agar stok di gudang tetap terjaga dan tidak kosong,” katanya. (*/aja/far)