Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jalan Poros Talisayan-Tanjung Redeb Putus, Pemkab Berau Siapkan Jalur Alternatif

Faroq Zamzami • 2025-05-05 10:11:02
PANTAU: Wakil Bupati Berau, Gamalis, memantau kondisi jalan putus di Jalan Poros Tanjung Redeb-Talisayan, Km 72, Minggu, 4 Mei 2025.
PANTAU: Wakil Bupati Berau, Gamalis, memantau kondisi jalan putus di Jalan Poros Tanjung Redeb-Talisayan, Km 72, Minggu, 4 Mei 2025.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Jalan Poros Tanjung Redeb–Talisayan, Kabupaten Berau, di Km 72, putus dan tidak dapat dilintasi kendaraan. Wakil Bupati Berau, Gamalis, melakukan peninjauan ke lokasi kerusakan.

“Jalan ini sangat vital karena menghubungkan Tanjung Redeb dengan lima kecamatan di wilayah pesisir. Maka perlu penanganan segera,” ujar Gamalis saat berada di lokasi, Minggu (4/5/2025).

Dalam peninjauan tersebut, Gamalis menyatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendukung penuh penanganan darurat yang tengah dilakukan oleh UPTD Pemeliharaan Infrastruktur Wilayah III DPUPR-Pera Kalimantan Timur.

Langkah awal yang akan dilakukan adalah pemasangan box culvert serta penimbunan agar jalan bisa dilalui kembali dalam waktu dekat.

“Ini harus dipercepat agar distribusi logistik dan bahan bakar ke wilayah pesisir tidak terus terganggu,” tegasnya.

Selain meninjau kerusakan di Km 72, Pemkab juga mengevaluasi alternatif jalur yang dapat digunakan masyarakat. Salah satunya Jalan Poros Mantaritip–Buyung-Buyung sepanjang kurang lebih 10 kilometer.

 Baca Juga: Astaga..!! Diduga Ancam Wanita dengan Gambar Syur, Oknum Anggota KPU di Berau Menyerahkan Diri

Jalan ini saat ini hanya berupa pemadatan tanah, sehingga masih dalam kondisi yang kurang layak.

“Kondisinya belum ideal, tapi ini opsi terbaik saat ini. Kami segera datangkan alat berat berupa grader untuk meratakan permukaan jalan,” tambahnya.

Pemkab Berau juga menyiapkan skenario lanjutan apabila perbaikan utama di Jalan Poros Tanjung Redeb–Talisayan belum bisa segera dituntaskan. Salah satunya dengan menyiapkan pemasangan jembatan bailey oleh Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan sebagai jembatan darurat.

Gamalis menyebut, keberadaan jalan poros ini sangat penting bagi mobilitas warga dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok.

“Bahan makanan dan BBM terhambat masuk. Ini berdampak langsung ke kehidupan masyarakat. Harus segera kita tangani,” ucapnya.

 Baca Juga: Turnamen Voli Warnai HUT Desa Giripurwa ke-15, Ajang Silaturahmi dan Unjuk Prestasi Antar Daerah

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada saat berkendara. Cuaca yang tidak menentu, serta hujan disertai angin kencang, menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai.

“Utamakan keselamatan, apalagi dengan kondisi jalan dan cuaca saat ini,” imbaunya. 

Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPTD Wilayah III, Usman, menjelaskan langkah cepat diambil untuk memulihkan akses lalu lintas meski sifatnya masih sementara.

“Penanganan hari ini fokus pada pemasangan box culvert untuk mengalirkan air dengan baik. Ini solusi jangka pendek agar jalan bisa dilalui kembali,” jelas Usman, Minggu (4/5/2025).

Ia mengatakan, kondisi saluran air lama sudah tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis. Hal ini dipicu oleh perubahan lingkungan sekitar, termasuk hilangnya area resapan akibat berkurangnya vegetasi.

“Banyak lahan yang sebelumnya menyerap air kini gundul, jadi aliran air langsung deras ke jalan,” tambahnya.

Usman menyebut, penyebab utama kerusakan jalan adalah tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Volume air yang besar dan arus yang kuat menyebabkan badan jalan tergerus hingga mengalami longsor dan putus total.

 Baca Juga: Wisatawan Tiongkok Ditemukan Meninggal di Kedalaman Ekstrem Perairan Pulau Kakaban

“Dugaan sementara akibat hujan deras yang terus menerus. Air menggerus tanah sampai akhirnya jalan ambles,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa perbaikan permanen akan dilakukan oleh Bidang Bina Marga melalui Seksi Perencanaan, mengingat ruas jalan tersebut adalah jalan provinsi. Namun, proses permanen itu memerlukan waktu, terutama karena material seperti beton memerlukan waktu pengeringan hingga 28 hari.

“Kalau permanen tentu butuh waktu lebih lama, karena umur beton untuk mencapai kekuatan maksimal itu 28 hari,” katanya.

Sebagai langkah cepat, Usman menjelaskan lima poin penanganan darurat yang langsung dilakukan, yaitu mengirimkan box culvert beton precast ke lokasi, termasuk menyiapkan dan mengerahkan alat berat serta dump truk.

 Baca Juga: Empat Tembakan Tewaskan Pria di Imam Bonjol, Kata Saksi Pelaku Berbaju Serba Hitam Sempat Mondar-Mandir

“Memulai pekerjaan penanganan hari ini juga, dengan harapan dalam satu hari akses jalan bisa kembali difungsikan secara terbatas,” ujarnya. (sen/far)

Editor : Faroq Zamzami
#gamalis #berau #tanjung redeb #jalan putus