Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pasangan Suami Istri Diduga Terkait Terorisme Diamankan Densus 88 di Berau

Redaksi • 2025-07-17 19:44:32
AKP Ngatijan
AKP Ngatijan

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mendadak heboh.

Betapa tidak, di tengah ketenangan hidup warganya, ternyata ada aksi antiterorisme yang dilakukan aparat.

Ya, pada Kamis (17/7/2025), sekitar pukul 04.00 Wita, puluhan aparat gabungan dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, Satuan Brimob, dan Polres Berau, mengepung satu rumah yang ditinggali terduga teroris di Jalan Milono, RT 12, Kelurahan Gayam, Berau.

Baca Juga: Kata Gubernur Kaltim, Destinasi Wisata di Kabupaten Berau Ini Layak Dapat Label Kelas Dunia

Wilayah yang biasanya tenang di jam-jam dini hari, meskipun masih dilalui sejumlah kendaraan karena berada di jalur niaga, berubah menjadi lokasi operasi antiteror. 

Warga pun tak dapat melintas, karena akses mendekat telah dibatasi aparat.

Dari informasi yang dihimpun, penangkapan menyasar sepasang suami istri (pasutri) yang sudah tinggal sekitar tiga bulan di salah satu indekos di kawasan tersebut. 

Keduanya diketahui datang dari Sulawesi menggunakan kapal pengangkut kelapa, kemudian ke Pasar Lama di Jalan Manunggal. 

Setelah itu, mereka mencari kerja. Oleh pedagang kelapa di kawasan itu, karena tidak ada pekerjaan, mereka diarahkan kepada seseorang yang kemudian mau menampung.

Selama tinggal di Tanjung Redeb, pasangan tersebut menjalani kehidupan sehari-hari seperti warga biasa. 

Baca Juga: Pemkab Berau Lanjutkan Pengembangan Destinasi Wisata Air Panas Asin Pemapak, Tahun Ini Gelontor Duit Segini

Sang suami bekerja membantu membersihkan ayam milik seorang pengusaha, sementara istrinya menjual ayam di depan rumah yang mereka tinggali. 

Keberadaan mereka tidak pernah dilaporkan kepada ketua RT setempat, yang kemudian menjadi perhatian setelah peristiwa penangkapan.

Ketua RT 12, Sarwani, mengatakan baru mengetahui keberadaan mereka saat diminta menjadi saksi penggeledahan.

“Saya baru tahu pas penggeledahan,” katanya.

Penggeledahan dilakukan sekitar pukul 06.00 Wita, setelah penangkapan pasutri itu beberapa jam sebelumnya. 

Aparat menyisir kamar yang ditempati pasangan itu, memeriksa barang-barang secara detail.

Tidak ditemukan senjata atau bahan mencurigakan, hanya perlengkapan pribadi seperti kasur, pakaian, KTP dan dua buku bacaan.

Kesaksian warga terdekat, seorang penjual sayur yang bersebelahan dengan pasutri itu, menuturkan pasangan yang diamankan kepolisian tersebut diakui sebagai pribadi yang santun dan baik sehari-harinya. 

Bahkan, setiap pagi dan sore kerap membantu untuk mengeluarkan barang-barang dan menyusunnya kembali ke dalam toko ketika tutup. 

Tidak ada dugaan atau kecurigaan bahwa suami istri tersebut merupakan terduga teroris. 

Baca Juga: Terus Dipoles, Pemprov Kaltim Benahi Jalan Menuju Destinasi Wisata di Kabupaten Berau

“Baik mereka itu orangnya, suka bantu saya mengeluarkan barang-barang kalau pagi, atau membereskan kalau sudah sore. Dikasih upah juga mereka tidak mau,” terang penjual sayur yang enggan disebut namanya itu. 

Dirinya pun merasa iba dan kasihan kepada sepasang suami istri itu, yang disebutnya hanya mencari pekerjaan untuk menyambung kehidupan mereka.

“Kadang kan dia ambil sayur yang kujual, dibawa pulang masak dia, nanti matang itu diantarnya dikasih sebagian ke saya, untuk kami makan juga. Kaget juga saya kejadian pagi tadi itu, mereka orang baik padahal,” terangnya. 

Sang istri pun diketahui sempat mencari pekerjaan pada penjual sayur tersebut, namun lantaran tidak ada pekerjaan, penjual sayur menerima nomor telepon sang istri untuk disimpan, dan akan mengabari jika sewaktu-waktu terdapat pekerjaan untuk mereka. 

Baca Juga: Pemprov Kaltim Gulirkan Program Gratispol dan Jospol di Berau, Ini Kata Bupati Sri Juniarsih

Pihak kepolisian membenarkan penangkapan tersebut. 

Kapolres Berau, AKBP Khairul Basyar melalui Kasi Humas Polres Berau, AKP Ngatijan, menyampaikan bahwa benar ada penindakan oleh Densus 88.

“Iya, memang ada penangkapan,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan bahwa kasus ini sepenuhnya ditangani oleh Densus 88. 

Informasi lebih lanjut mengenai identitas maupun dugaan jaringan teroris belum bisa disampaikan karena masih dalam tahap penyelidikan.

“Untuk jumlah personel, kami juga tidak tahu pasti. Yang jelas, kami hanya membantu pengamanan,” tambahnya.

Baca Juga: Generasi Emas Sepak Bola! BRI Dukung Tim LKG Berlaga di Gothia Cup Swedia 2025

Saat ini kedua terduga diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Keamanan lingkungan tetap dalam pengawasan ketat aparat gabungan. (sen/far)

Editor : Faroq Zamzami
#polres berau #berau #densus 88 #teroris