PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), terus dilakukan secara bertahap.
Tahun ini, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau menjadwalkan enam jenis pelatihan yang menyasar masyarakat, dengan harapan bisa mencetak lebih banyak tenaga terampil maupun wirausahawan baru.
Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan dan Produktivitas, Disnakertrans Berau, Agus Sumarsono, menjelaskan pelatihan yang digelar berbasis kompetensi. Artinya, peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Pihaknya menyiapkan pelatihan yang sesuai kebutuhan pasar kerja. “Tahun ini sudah kami laksanakan pelatihan untuk make up artist (MUA) dan barbershop, bekerja sama dengan LPK dari Samarinda,” jelasnya kepada Berau Post (Grup Prokal.Co), Rabu (23/7/2025).
Adapun pelatihan tersebut tidak hanya menekankan keahlian teknis, tapi juga membuka peluang untuk wirausaha.
Bahkan, sebagian besar peserta yang sudah mengikuti pelatihan memilih membuka usaha mandiri, meski ada juga yang kemudian bergabung ke salon atau barbershop yang sudah ada.
“Mayoritas memang membuka usaha sendiri. Karena setelah pelatihan, mereka memiliki sertifikat kompetensi yang bisa dipakai untuk buka usaha secara legal,” katanya.
Sebelumnya, Disnakertrans juga pernah menggelar pelatihan menjahit dan driver. Agus menegaskan bahwa pihaknya terus memantau minat dan kebutuhan di lapangan, agar jenis pelatihan yang diberikan bisa tepat sasaran.
Untuk pelatihan berikutnya, Disnakertrans akan menyelenggarakan pelatihan mekanik alat berat, operator alat berat, pendinginan (AC), dan otomotif. Namun karena keterbatasan fasilitas, sebagian pelatihan dilakukan di luar daerah.
“Pelatihan AC dan otomotif tetap dilakukan di Berau, dengan pelatih yang kami datangkan dari Balikpapan," terangnya.
Adapun durasi pelatihannya sekitar satu bulan. Sedangkan untuk mekanik alat berat dan operator alat berat akan dikirim ke LPK di Balikpapan, sebab di Berau belum memiliki alat atau simulator yang bisa digunakan untuk praktik.
Pelatihan mekanik alat berat akan berlangsung selama dua bulan, sementara pelatihan operator alat berat berdurasi satu setengah bulan. Satu kali pelatihan dibatasi untuk 16 peserta. Saat ini, proses pelaksanaan masih menunggu tahapan lelang selesai.
“Kita belum punya Balai Latihan Kerja (BLK), jadi semua masih kami kerja samakan dengan lembaga pelatihan lain. Kalau nanti sudah ada BLK, tinggal panggil instruktur saja, lebih hemat waktu dan biaya,” ujarnya.
Pendaftaran pelatihan sendiri terbuka untuk seluruh kecamatan di Berau, namun peserta harus melalui serangkaian seleksi. Mulai dari tes tertulis, pemeriksaan kesehatan, hingga wawancara.
“Peminatnya sangat banyak, bahkan bisa sampai ratusan yang mendaftar. Tapi tentu ada seleksi. Yang penting tidak buta warna dan tidak punya penyakit menular, karena itu jadi syarat utama,” tambahnya.
Ia menambahkan, setelah pelatihan selesai, tugas LPK hanya sebatas pelatihan dan sertifikasi. Namun, Disnakertrans akan membantu memberikan rekomendasi pelatihan tersebut ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
“Kami rekomendasikan mereka ke perusahaan, supaya ada peluang kerja. Minimal mereka sudah punya bekal, baik secara teori maupun praktik,” tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Disnakertrans Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan menyelenggarakan pelatihan vokasi bagi pencari kerja, baik yang belum memiliki keterampilan maupun yang ingin meningkatkan kompetensinya.
Program pelatihan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, terutama di tengah tantangan ketenagakerjaan yang terus berkembang.
“Pelatihan vokasi akan kembali kami jalankan sebagai langkah strategis untuk menekan pengangguran,” ungkap Zulkifli.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya akan melibatkan kerja sama dengan perusahaan yang beroperasi di Berau, tetapi juga melibatkan lembaga pelatihan milik negara seperti BLK yang berada di Samarinda dan Balikpapan.
Disnakertrans juga akan melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor, sebelum menentukan jenis pelatihan yang akan diberikan. Dengan begitu, pelatihan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. (aja/far)
Editor : Faroq Zamzami