TANJUNG REDEB – Pemandangan tidak lazim terlihat di depan Kantor Kejaksaan Negeri Berau, di mana sejumlah tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) berdiri berdempetan. Kondisi ini memicu kritik dari masyarakat yang menilai adanya pemborosan anggaran akibat pembangunan infrastruktur yang tidak terpadu antara dua instansi pemerintah.
Fenomena "tiang ganda" ini terjadi lantaran adanya dua proyek berbeda yang berjalan di titik yang sama, yakni pekerjaan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Berau dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Berau, Noorhasani, tidak menampik adanya tumpang tindih kewenangan di lapangan. Ia menjelaskan bahwa meski Dishub memiliki perencanaan teknis tersendiri, proyek perbaikan jalan yang dilakukan DPUPR seringkali menyertakan pemasangan lampu hias yang bentuk dan tingginya sangat menyerupai PJU standar.
“Perencanaannya tentu ada, tapi ada juga PJU yang dipasang Dinas PUPR, terutama saat perbaikan jalan, termasuk lampu hias yang bentuk dan tingginya menyerupai PJU,” ungkap Noorhasani saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/1).
Ia mengakui bahwa lemahnya sinkronisasi perencanaan antar instansi menjadi penyebab utama mengapa tiang-tiang lampu tersebut akhirnya terpasang saling berdekatan. Menurutnya, karena pelaksanaan proyek dilakukan secara bersamaan tanpa koordinasi yang matang, hasilnya terlihat tidak rapi dan tidak efisien di mata publik.
Persoalan ini ternyata bukan pertama kalinya terjadi. Noorhasani menyebutkan kejadian serupa pernah ditemukan di Jalan Murjani II, di mana dalam satu jalur terdapat PJU milik Dishub, PJU Tenaga Surya (TS), hingga PJU dari proyek PUPR dan dana CSR perusahaan yang saling berdesakan.
Sebagai langkah perbaikan, Dishub Berau berencana melakukan penataan ulang setelah masa pemeliharaan proyek berakhir dan aset tersebut resmi diserahterimakan kepada mereka.
“Kalau sudah diserahterimakan, itu akan menjadi tanggung jawab kami. Posisi yang dinilai tidak tepat atau berdempetan akan segera kami pindahkan,” tegasnya.
Selain masalah posisi lampu, Noorhasani juga memberikan pembaruan terkait kondisi PJU di jalur Bandara Kalimarau. Proyek yang merupakan produk lama dari DPUPR tersebut kini mulai diperbaiki secara bertahap oleh Dishub. Meski beberapa titik di area tengah jalur masih padam karena keterbatasan anggaran, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan agar akses menuju bandara kembali terang dan aman bagi pengguna jalan. (*)
Editor : Indra Zakaria