Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Geliat Wisata Berau: PAD Pariwisata 2025 Tembus Rp 578 Juta, Labuan Cermin dan Pemapak Jadi Primadona

Redaksi Prokal • 2026-01-15 13:00:00
Tahun lalu, PAD sektor pariwisata Berau dari empat objek wisata lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024. (IZZA/BP)
Tahun lalu, PAD sektor pariwisata Berau dari empat objek wisata lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024. (IZZA/BP)

 

TANJUNG REDEB – Sektor pariwisata di Kabupaten Berau menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Hingga tutup buku pada 31 Desember 2025, pendapatan retribusi dari sektor andalan ini tercatat mencapai Rp 578.125.000. Angka ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di kisaran Rp 435,62 juta.

Kenaikan pendapatan tersebut bersumber dari empat objek wisata utama yang telah menerapkan penarikan retribusi, yakni Museum Batiwakkal, Keraton Sambaliung, Air Panas Asin Pemapak, dan Labuan Cermin. Dari keempatnya, destinasi Air Panas Asin Pemapak dan Labuan Cermin tercatat sebagai penyumbang retribusi terbesar bagi kas daerah.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Meski masih menghadapi keterbatasan anggaran, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dinilai tetap mampu mengoptimalkan titik-titik wisata yang ada.

“Pariwisata dan UMKM tentu saling berkaitan karena meningkatnya kunjungan wisatawan akan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga, terutama pelaku usaha di sekitar destinasi. Ini adalah rantai ekonomi yang harus kita jaga bersama,” terang Sri Juniarsih.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa penguatan sektor pariwisata merupakan bagian dari 18 program unggulan pemerintahannya. Ia meminta Disbudpar lebih agresif dalam berpromosi guna menarik wisatawan lebih banyak, yang nantinya juga akan mendongkrak pajak hotel serta restoran. Ia menegaskan bahwa sektor ini tidak bisa dikelola sendirian.

“Pengembangan pariwisata tidak bisa jalan sendiri, semua OPD harus terlibat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menilai Berau kini telah bertransformasi menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW) utama yang strategis. Ia menyoroti bahwa kini fokus wisatawan tidak lagi hanya tertuju pada Pulau Derawan, namun telah meluas ke Pulau Maratua, Bidukbiduk, hingga Teluk Sulaiman.

Sejak awal masa kepemimpinan mereka, Pemkab Berau terus berupaya mempercantik destinasi melalui perbaikan amenitas hingga infrastruktur jalan menuju lokasi unggulan. Gamalis optimis, dengan promosi yang lebih masif dan perbaikan fasilitas yang berkelanjutan, sektor pariwisata mampu menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

"Kita harapkan sektor pariwisata dapat menopang hingga 30 persen dari postur APBD Berau. Kampanye destinasi baru harus terus dilakukan agar calon wisatawan tahu bahwa Berau punya banyak daya tarik unik lainnya selain Derawan," pungkas Gamalis. (*)

Editor : Indra Zakaria