Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Gubernur Kaltim Perkuat Konektivitas Maratua Melalui Penerbangan Perdana dan Peninjauan Infrastruktur

Redaksi Prokal • 2026-01-17 11:13:22
Penerbangan perdana ke Maratua yang diikuti gubernur.
Penerbangan perdana ke Maratua yang diikuti gubernur.

MARATUA – Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, resmi memulai rangkaian kunjungan kerja di Pulau Maratua yang merupakan salah satu wilayah terluar di Kaltim pada Jumat, 16 Januari 2026. Kunjungan strategis selama dua hari ini difokuskan pada upaya memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mengakselerasi pengembangan potensi pariwisata bahari di Kabupaten Berau agar semakin dikenal di kancah internasional.

Agenda perjalanan ini dibuka dengan momen bersejarah berupa penerbangan komersial perdana Wings Air rute Berau–Maratua, yang terkoneksi langsung dari Balikpapan melalui sistem transit. Penerbangan ini menjadi angin segar bagi industri pariwisata lokal karena mempermudah akses wisatawan menuju destinasi unggulan tersebut. Setibanya di pulau, Gubernur Rudy Mas'ud langsung membaur dengan warga setempat melalui kegiatan Safari Jumat di Masjid Babussalam, yang juga dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemerintah Kabupaten Berau.

Selain sektor transportasi, aspek pendidikan dan infrastruktur dasar turut menjadi perhatian utama dalam kunjungan kali ini. Gubernur dijadwalkan meninjau kondisi SMA Negeri 9 Maratua guna memastikan fasilitas pendidikan di wilayah kepulauan tetap memadai. Kepala Dinas Kominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa penguatan infrastruktur jalan di sepanjang Pulau Maratua juga masuk dalam daftar prioritas evaluasi, mengingat akses jalan yang mantap sangat dibutuhkan untuk mendukung mobilitas warga dan distribusi logistik pariwisata.

Pada hari kedua kunjungan, rombongan dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke objek wisata ikonik seperti Maratua, Kakaban, dan Derawan untuk memetakan potensi pengembangan fasilitas pendukung. Menariknya, perjalanan pulang menuju Tanjung Redeb akan dilakukan menggunakan jalur laut dengan speedboat. Langkah ini diambil secara sengaja agar Gubernur dapat mengevaluasi secara langsung rute transportasi laut serta kualitas pelayanan pelabuhan yang selama ini menjadi andalan utama mobilitas masyarakat sehari-hari, demi terciptanya sistem transportasi terpadu yang lebih baik di masa depan.(*)

Editor : Indra Zakaria