BERAU – Masyarakat Kabupaten Berau diminta mulai bersiap menghadapi perubahan siklus alam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Berau melaporkan bahwa wilayah "Bumi Batiwakkal" kini mulai menunjukkan tren memasuki musim kering, ditandai dengan berkurangnya frekuensi curah hujan.
Prakirawan BMKG Berau, Egi, menjelaskan bahwa meskipun intensitas hujan mulai menurun drastis dibanding bulan-bulan sebelumnya, potensi hujan ringan hingga sedang masih mungkin terjadi di beberapa titik secara tiba-tiba. Kondisi ini merupakan ciri khas masa peralihan musim yang menuntut kewaspadaan ekstra.
“Saat ini cuaca di Berau sudah mulai cenderung memasuki musim kering. Namun, masyarakat jangan lengah karena hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi turun di waktu-waktu tertentu,” ungkap Egi.
Selain kondisi di darat, BMKG memberikan peringatan keras ( warning ) bagi warga di wilayah pesisir dan para pelaku aktivitas kelautan. Data terbaru menunjukkan bahwa tinggi gelombang di perairan Berau saat ini masih tergolong ekstrem dan berisiko membahayakan keselamatan pelayaran.
Kondisi angin kencang yang kerap muncul mendadak menjadi ancaman serius, terutama bagi nelayan tradisional yang menggunakan perahu kecil. BMKG meminta para nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi alam tidak mendukung.
“Tinggi gelombang saat ini masih cukup tinggi. Kami mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut agar lebih berhati-hati. Sangat penting untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum memutuskan berangkat ke laut,” tegasnya.
BMKG Berau berkomitmen untuk terus memperbarui data cuaca secara akurat melalui aplikasi dan media sosial guna memastikan keselamatan masyarakat, baik yang beraktivitas di darat maupun di perairan.(*)
Editor : Indra Zakaria