TANJUNG REDEB – Keeksotisan bawah laut Pulau Maratua kini memiliki magnet baru yang siap mendunia. Fenomena kemunculan ribuan ikan barakuda yang berenang bergerombol (schooling barracuda) mulai dipetakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau sebagai daya tarik spesifik untuk menggaet wisatawan minat khusus, terutama para penyelam profesional dari berbagai belahan dunia.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir, mengungkapkan bahwa strategi promosi tahun ini akan bergeser dari model promosi umum menjadi lebih tajam dan tepat sasaran. Disbudpar Berau memilih ajang Deep and Extreme Indonesia (DXI) sebagai kanal utama. Pameran ini merupakan ruang temu terbesar bagi komunitas diver, agen perjalanan wisata selam internasional, hingga produsen perlengkapan petualangan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk efisiensi anggaran sekaligus respons terhadap arahan Bupati Berau agar promosi pariwisata lebih efektif merangkul calon wisatawan potensial. Dengan hadir di DXI, Pemkab Berau tidak perlu melakukan promosi luar negeri secara terpisah, karena target pasar mancanegara dipastikan berkumpul dalam forum tersebut. Strategi ini dijalankan melalui kolaborasi apik, di mana pemerintah menyiapkan fasilitas stan, sementara narasi teknis dan paket wisata diisi oleh pengelola resort serta agen perjalanan yang menguasai kondisi lapangan.
Selain menggencarkan pemasaran, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di lokasi selam menjadi perhatian krusial. Saat ini, Maratua telah memiliki sekitar 40 penyelam dengan sertifikasi rescue diver, sementara di Pulau Derawan diperkuat oleh 10 dive master. Angka ini dinilai cukup mumpuni untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan wisatawan saat mengeksplorasi titik-titik selam barakuda.
Meski demikian, tantangan masih ada di wilayah selatan seperti Biduk-Biduk yang mencakup kawasan Kaniungan. Potensi bawah laut di sana dinilai setara dengan Maratua, namun dukungan SDM bersertifikat masih perlu penguatan menyusul adanya peralihan kewenangan sertifikasi ke tingkat provinsi. Disbudpar Berau berkomitmen memastikan kualitas pelayanan manusia selaras dengan keindahan alam yang dipromosikan, agar citra Berau sebagai destinasi selam kelas dunia tetap terjaga. (aja/arp)
Editor : Indra Zakaria