SAMARINDA — Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur memberikan atensi khusus terhadap proyek infrastruktur pengalihan jalan di area operasional PT Berau Coal. Peninjauan lapangan yang dilakukan bertujuan untuk memastikan bahwa setiap perubahan teknis tetap berorientasi pada aspek keselamatan kerja dan efisiensi mobilitas logistik daerah.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, didampingi Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, meninjau langsung progres pengalihan Jalan Gurimbang-Talisayan tersebut. Proyek ini dianggap vital mengingat perannya sebagai urat nadi pengangkutan material yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi sektor pertambangan di Bumi Etam.
Rekayasa Sipil: Trase Lebih Panjang, Waktu Lebih Singkat
Dalam tinjauan tersebut, terungkap adanya penyesuaian signifikan pada spesifikasi teknis jalan dibandingkan desain awal. Trase jalan yang semula direncanakan sepanjang 4,7 kilometer kini bertambah menjadi 7,6 kilometer. Meski secara fisik jarak tempuh menjadi lebih panjang, tim teknis memastikan bahwa kualitas pergerakan kendaraan justru meningkat secara drastis.
Bambang Arwanto menjelaskan bahwa kunci utama dari perubahan ini terletak pada desain geometri jalan yang jauh lebih modern. Jalur baru dirancang lebih lurus dan landai, sangat kontras dengan jalur lama yang didominasi tikungan tajam serta tanjakan curam yang membebani mesin kendaraan.
"Berdasarkan perhitungan teknis, waktu perjalanan justru mengalami peningkatan efisiensi. Jalur yang sebelumnya memakan durasi sekitar 9,6 menit, kini dapat dipangkas menjadi hanya sembilan menit berkat rekayasa sipil yang matang," ungkap Bambang.
Selain mengejar efisiensi waktu, pemerintah provinsi juga memastikan standar keamanan bagi pengemudi unit operasional berada pada level tertinggi. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan memperlebar dimensi bahu jalan dari semula dua meter menjadi 2,5 meter. Penambahan ruang ini sangat krusial untuk memberikan area manuver yang aman dalam situasi darurat.
Untuk badan jalan utama, spesifikasi tetap dipertahankan pada lebar tujuh meter. Ukuran ini dinilai masih sangat memadai untuk mengakomodasi lalu lintas dua arah bagi kendaraan-kendaraan besar bermuatan berat. Dengan adanya peningkatan infrastruktur ini, Dinas ESDM berharap tingkat kenyamanan dan keamanan berkendara bagi para kru operasional dapat terjaga dengan optimal.(*)
Editor : Indra Zakaria