TANJUNG REDEB– Kericuhan pecah di kawasan Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) pada Rabu (25/2) pagi. Sekitar pukul 09.00 Wita, puluhan massa nekat melakukan perusakan terhadap fasilitas portal elektronik yang berada di akses masuk pasar tersebut.
Aksi anarkis ini diduga kuat merupakan puncak kekesalan warga dan pedagang akibat macetnya akses keluar-masuk pasar sejak sistem baru tersebut diterapkan. Antrean panjang kendaraan yang mengular di pintu masuk memicu emosi massa yang merasa waktu mereka terbuang percuma.
Salah seorang massa aksi mengungkapkan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk spontanitas karena lamanya durasi mengantre. Ia menilai, penerapan teknologi yang belum matang justru menyulitkan masyarakat. "Kalau belum siap elektronik ya manual saja," cetusnya dengan nada kesal di lokasi kejadian.
Kekecewaan senada juga dirasakan oleh para pengguna jalan lainnya. Mereka menyayangkan pemasangan portal tersebut karena dinilai tidak efektif dibandingkan sistem manual yang digunakan sebelumnya. Apalagi saat ini tengah memasuki momen Ramadan, di mana aktivitas masyarakat di PSAD sedang tinggi-tingginya untuk berbelanja kebutuhan pokok.
Dampak dari kemacetan ini tidak hanya dirasakan oleh pembeli, tetapi juga mengancam pendapatan para pedagang di dalam pasar. "Jatuhnya buang-buang waktu. Selain itu, kasihan pedagang, kalau banyak pembeli lebih memilih beli di luar," tegas salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian masih dalam pengawasan ketat. Personel dari Satpol PP, TNI, dan Polri telah disiagakan untuk menjaga area pasar guna mencegah adanya aksi susulan, sembari menunggu langkah koordinasi lebih lanjut dari pengelola pasar dan pihak terkait. (*)
Editor : Indra Zakaria