BERAU – Fenomena kemunculan kawanan orca atau paus pembunuh di perairan Pulau Maratua menjadi sorotan hangat bagi dunia pariwisata Bumi Batiwakkal. Kepala Bidang Pengembangan Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Samsiah, menilai kehadiran mamalia laut ini sebagai daya tarik luar biasa yang dapat mendongkrak kunjungan wisatawan, namun harus disikapi dengan penuh kebijakan.
Dalam keterangannya, Samsiah menekankan bahwa orca tetaplah satwa liar yang perilakunya harus dihormati meskipun sejauh ini tidak ada laporan agresif terhadap manusia. “Ada batas aman yang harus diterapkan untuk melihat orca tersebut,” ujarnya.
Demi menjaga keselamatan manusia sekaligus kelestarian satwa, Disbudpar Berau secara resmi telah mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat dan para pelaku usaha wisata. Para motoris kapal cepat dilarang keras mendekati apalagi mengejar kelompok orca tersebut, dan wisatawan diminta tetap menjaga jarak aman saat melakukan pengamatan dari atas perahu.
Samsiah juga menginstruksikan agar tidak ada aktivitas berenang, snorkeling, maupun menyelam yang bertujuan untuk mendekati orca secara sengaja. “Memberi makan atau melakukan tindakan yang dapat mengubah perilaku alami satwa tersebut juga tidak dibenarkan,” tegasnya menambahkan.
Selain itu, ia berharap setiap kapal yang melintas di sekitar lokasi kemunculan dapat segera mengurangi kecepatan agar tidak mengganggu pergerakan alami orca di habitatnya. Panduan ini sengaja diterbitkan untuk memastikan bahwa praktik wisata pengamatan satwa dilakukan secara bertanggung jawab sebagai bentuk komitmen nyata terhadap konservasi.
Samsiah optimis bahwa keberadaan orca yang termasuk satwa dilindungi ini dapat memperkuat citra Pulau Maratua sebagai destinasi bahari kelas dunia. “Kita tentu berharap orca bisa cukup lama berdiam di Maratua, namun ada batasan-batasan yang wajib kita ketahui bersama agar keberadaan mereka tidak terganggu,” jelasnya.
Menutup pernyatannya, ia mengingatkan bahwa fenomena ini adalah pengingat penting bagi semua pihak untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut agar biota unik tetap menjadikan perairan Maratua sebagai jalur alaminya. “Mudah-mudahan kehadirannya bisa semakin memperkenalkan Maratua dan Berau ke dunia,” pungkas Samsiah. (*)
Editor : Indra Zakaria