Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Lawan Sampah Plastik di Wisata Unggulan, Pulau Derawan Kini Punya Tempat Olah Sampah Mandiri

Indra Zakaria • 2026-02-27 11:10:00

Derawan sudah sangat dikenal hingga ke mancanegara. Namun pembangunan resort perlu dilakukan penataan. (BERAU POST)
Derawan sudah sangat dikenal hingga ke mancanegara. Namun pembangunan resort perlu dilakukan penataan. (BERAU POST)

DERAWAN– Lonjakan kunjungan wisatawan ke Kepulauan Derawan kini tidak lagi hanya menjadi berkah ekonomi, tetapi juga tantangan besar bagi kebersihan lingkungan. Tercatat pada puncak musim liburan, volume sampah non-rumah tangga dari hotel dan penginapan di Pulau Derawan bisa mencapai 46.105,1 kilogram per harinya. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan kelestarian satwa laut seperti mamalia dan burung yang sering kali salah mengira sampah plastik sebagai makanan.

Menanggapi persoalan tersebut, WWF-Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Berau meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang diberi nama "RUPIAH" atau Rumah Pilah Sampah. Fasilitas yang pembangunannya telah dimulai sejak September 2025 ini dilengkapi dengan kantor operasional, gudang alat, hingga ruang khusus pengelolaan sampah guna menekan angka sampah plastik yang masuk ke laut.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh mitra yang terlibat dalam pembangunan fasilitas strategis ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran "RUPIAH" merupakan langkah nyata untuk menjawab masalah sampah yang sering mengganggu estetika pulau-pulau kecil saat musim liburan. “Kami berharap TPS3R RUPIAH tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengolahan, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujar Sri Juniarsih.

Operasional TPS3R ini didukung oleh sepuluh anggota tim yang telah dibekali pelatihan teknis mengenai pemilahan sampah, serta sepuluh local champion dari setiap RT sebagai teladan bagi masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya. Heryuni, selaku Ketua Tim Pengelola, menyatakan kesiapan timnya untuk menjaga kebersihan pulau destinasi unggulan ini. “Selama ini sampah sering jadi masalah, apalagi di musim ramai wisatawan, dengan adanya fasilitas ini kami siap mulai mengelola sampah dengan dukungan masyarakat,” tegasnya.

Secara teknis, fasilitas ini hanya akan menerima sampah anorganik dari hotel dan rumah tangga untuk dipilah lebih detail, seperti botol plastik HDPE dan kaleng, sebelum dikirim dan dijual ke luar pulau. Candhika Yusuf, Pejabat Sementara Direktur Program Kelautan dan Perikanan Yayasan WWF Indonesia, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi internasional dengan dukungan mitra korporasi dunia. “Kami berharap RUPIAH dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain di tingkat regional untuk pengelolaan sampah di pulau-pulau kecil,” pungkasnya.

Meski menghadapi tantangan area yang terbatas serta biaya pengiriman antarpulau, kehadiran TPS3R "RUPIAH" menjadi harapan baru bagi masa depan pariwisata Berau yang lebih bersih. Sinergi antara pemerintah kampung, daerah, hingga masyarakat lokal menjadi kunci utama agar keindahan bawah laut Derawan tetap lestari bagi generasi mendatang.(*)

Editor : Indra Zakaria