Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Lepas dari Ketergantungan Tambang: Berau Didorong Fokus pada Hilirisasi Sawit dan Komoditas Lokal

Redaksi Prokal • 2026-03-02 16:00:00

ilustrasi sawit
ilustrasi sawit

Masa depan ekonomi Kabupaten Berau kini berada di persimpangan jalan seiring dengan menyusutnya ruang fiskal daerah akibat perubahan regulasi nasional di sektor pertambangan. Menanggapi situasi tersebut, Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan lompatan strategis dengan mengalihkan fokus dari pengerukan sumber daya alam mentah menuju penguatan sektor hilirisasi, terutama pada komoditas kelapa sawit dan produk lokal unggulan lainnya.

Ketergantungan pada sektor pertambangan dinilai tidak lagi realistis untuk jangka panjang karena sebagian besar kewenangan dan keuntungan kini ditarik ke pemerintah pusat, sehingga daerah penghasil tidak lagi menikmati hasilnya secara maksimal. Sumadi menegaskan bahwa tekanan fiskal yang dialami saat ini harus menjadi momentum bagi Berau untuk "naik kelas" dengan membangun industri pengolahan sendiri. Menurutnya, menciptakan nilai tambah di dalam daerah akan memicu perputaran ekonomi yang lebih sehat, membuka lapangan kerja luas, dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah konkret telah diambil melalui usulan pokok-pokok pikiran (pokir) kepada Bapelitbang Berau untuk mendorong hilirisasi kelapa sawit agar daerah ini tidak hanya sekadar menjadi pemasok bahan mentah. Sumadi memimpikan Berau mampu mengolah produk turunan hingga menjadi minyak goreng atau produk jadi lainnya di tanah sendiri. Selain sawit, potensi kakao dan terasi juga menjadi sorotan untuk dikembangkan hingga ke tahap produk akhir, guna membangun kemandirian industri di tengah keterbatasan anggaran yang ada saat ini.

Pembangunan ekonomi tersebut juga dipastikan tetap mengedepankan prinsip keadilan wilayah. Sumadi berkomitmen agar aspirasi dari seluruh daerah pemilihan (dapil) tetap terakomodasi sehingga kemajuan industri tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan merata dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Berau. Visi besarnya adalah menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan yang cerdas, di mana Berau bertransformasi dari penyuplai bahan mentah menjadi penghasil produk bernilai tinggi.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Berau menyambut positif dorongan tersebut namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyatakan bahwa potensi ekonomi dari hilirisasi sawit memang sangat menjanjikan, namun kajian teknis yang mendalam bersama dinas terkait tetap menjadi prioritas. Hal ini diperlukan untuk menimbang secara objektif antara manfaat ekonomi yang diraih dengan potensi dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan, demi memastikan pembangunan tetap berjalan selaras dengan kelestarian alam Berau. (*)

Editor : Indra Zakaria