Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tak Hanya Derawan, Berau Promosikan Surga Tersembunyi di Daratan, Dari Karst Merabu hingga Kuliner Ancur Paddas

Redaksi Prokal • 2026-03-07 13:15:00

GENCARKAN PROMOSI: Kawasan karst Merabu menjadi salahnsatu wisata darat yang terus dipromosikan Disbudpar. (IZZA/BP)
GENCARKAN PROMOSI: Kawasan karst Merabu menjadi salahnsatu wisata darat yang terus dipromosikan Disbudpar. (IZZA/BP)

 

TANJUNG REDEB – Selama ini, nama Kabupaten Berau selalu identik dengan keindahan bawah laut Pulau Derawan dan Maratua. Namun, pemandangan berbeda kini mulai menghiasi videotron di sudut-sudut strategis kota Tanjung Redeb. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau secara masif mulai "memperkenalkan diri" melalui potensi wisata daratnya agar tidak lagi berada di bawah bayang-bayang wisata bahari.

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Berau, Fitriansyah, menegaskan bahwa strategi promosi kini dibuat lebih seimbang. Konten visual yang ditampilkan bukan sekadar gambar mati, melainkan sebuah narasi pengalaman (travel experience). "Materi promosi itu tidak hanya menampilkan panorama, tetapi juga pengalaman wisata yang bisa dinikmati pengunjung," ungkap Fitriansyah saat ditemui baru-baru ini.

Dalam peta promosi terbarunya, Disbudpar mengangkat Kawasan Karst Merabu sebagai ujung tombak. Aktivitas susur gua dan pemandangan hutan tropis yang perawan dipadukan dengan wisata edukatif pengamatan orang utan.

Tak berhenti di alam, kekayaan lidah juga ikut "dijual". Kuliner khas Berau, Ancur Paddas, kini masuk dalam materi promosi cetak sebagai daya tarik bagi para pemburu wisata gastronomi. Fitriansyah menilai, keindahan objek wisata harus didukung dengan agenda kegiatan (event) yang kuat. "Kami perlu menghadirkan lebih banyak kegiatan pendukung. Kalau tidak ada event, minat orang untuk datang tentu tidak maksimal," tambahnya.

Beberapa destinasi darat favorit keluarga seperti Labuan Cermin, Danau Tulung Ni Lenggo, hingga Wisata Air Panas Asin Pemapak di Biatan terus bersolek. Pembenahan sarana dan prasarana dilakukan secara intensif demi kenyamanan wisatawan yang ingin merasakan sensasi berbeda selain pantai.

Langkah agresif Disbudpar ini sejalan dengan visi Bupati Berau, Sri Juniarsih. Dalam rancangan awal RPJMD 2025–2029, pariwisata ditetapkan sebagai sektor unggulan untuk mewujudkan Berau yang makmur dan berkelanjutan. Apalagi, Berau telah mengukuhkan posisinya sebagai kawasan prioritas pariwisata nasional dalam RPJMN 2025–2029.

"Pariwisata bukan hanya soal keindahan alam, tapi juga bagaimana kita mengelola dan mempromosikan dengan baik," tegas Bupati Sri Juniarsih.

Saat ini, Berau mengelola kekayaan yang luar biasa: 225 destinasi wisata yang terdiri dari 159 wisata alam, 39 wisata budaya, dan 27 wisata buatan, serta 18 desa wisata yang mulai mandiri. Bupati berpesan agar seluruh perangkat daerah tidak bekerja sendiri-sendiri. "Pembangunan pariwisata adalah kerja lintas sektor. Harus ada sinergi dan kolaborasi yang kuat," tutupnya.

Dengan strategi ini, Berau berharap wisatawan tidak hanya singgah untuk menyelam, tetapi juga betah berlama-lama menjelajahi eksotisme daratan yang tak kalah menawan. (*)

Editor : Indra Zakaria