Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jangan Sampai Wisatawan Kapok: Disbudpar Berau Semprit Pedagang yang Naikkan Harga Tak Wajar

Redaksi Prokal • 2026-03-09 08:15:00

 Disbudpar kembali mengingatkan kepada pelaku usaha dan jasa di destinasi wisata dan sekitarnya, untuk tidak aji mumpung menaikan harga dan tarif saat libur Lebaran.
Disbudpar kembali mengingatkan kepada pelaku usaha dan jasa di destinasi wisata dan sekitarnya, untuk tidak aji mumpung menaikan harga dan tarif saat libur Lebaran.

 

TANJUNG REDEB – Memasuki musim liburan, antusiasme wisatawan untuk mengunjungi destinasi unggulan seperti Pulau Derawan dan Maratua diprediksi akan meningkat tajam. Namun, di balik potensi lonjakan kunjungan tersebut, isu klasik mengenai kenaikan harga kebutuhan yang mendadak atau "aji mumpung" masih menjadi keresahan utama para pelancong. Kondisi ini pun langsung disikapi serius oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau.

Fenomena meroketnya tarif jasa dan harga komoditas di lokasi wisata memang kerap dikeluhkan oleh pengunjung, baik domestik maupun lokal. Salah satu keluhan yang paling mencengangkan adalah mahalnya harga komoditas laut. Meski wilayah pesisir Berau dikenal sebagai lumbung ikan, kenyataan di lapangan menunjukkan harga di lokasi wisata bisa melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan harga normal di pasar Tanjung Redeb.

Keresahan serupa dirasakan oleh para wisatawan terkait harga kebutuhan sederhana. Andi Wiryawan, salah seorang pengunjung, mengeluhkan harga ikan yang justru lebih mahal di sumbernya. Sementara wisatawan lain, Susnatra Pahlevi, menceritakan pengalaman unik sekaligus miris saat harus membayar Rp25.000 untuk satu butir kelapa muda di bawah rimbunnya pohon kelapa, harga yang jauh di atas standar wajar di perkotaan.

Merespons berbagai keluhan tersebut, Disbudpar Berau menegaskan telah mengambil langkah nyata. Kepala Bidang Usaha Jasa Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nurjatiah, menyatakan bahwa pihaknya sudah mulai menindaklanjuti laporan terkait pelaku usaha yang kedapatan menaikkan harga secara tidak wajar.

Sebagai langkah preventif menjelang libur Lebaran tahun ini, Disbudpar Berau resmi menerbitkan surat edaran kepada seluruh pedagang dan pelaku jasa pariwisata. Instruksi tersebut meminta para pelaku usaha untuk tetap konsisten menggunakan standar harga yang wajar dan transparan. Pemerintah daerah khawatir jika praktik harga yang mencekik ini dibiarkan, citra pariwisata Berau akan tercoreng dan membuat wisatawan enggan untuk kembali di masa depan.

"Kami pertegas dengan surat edaran itu agar dampaknya tidak kembali buruk kepada para pelaku usaha itu sendiri. Kami imbau pedagang untuk tidak menaikkan harga seenaknya," tutup Nurjatiah. Ketegasan ini diharapkan dapat menjamin kenyamanan wisatawan sehingga anggaran liburan mereka tetap terjaga selama menikmati keindahan bahari Bumi Batiwakkal. (*)

Editor : Indra Zakaria