Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sempat Hilang Kontak, Tiga Nelayan Berau Kembali dengan Selamat Setelah Terombang-ambing di Laut

Redaksi Prokal • 2026-03-10 04:26:20

Setelah hilang kontak saat melaut pada, ketiga nelayan asal Berau akhirnya kembali dengan selamat setelah terombang ambing di laut beberapa hari karena kerusakan mesin.
Setelah hilang kontak saat melaut pada, ketiga nelayan asal Berau akhirnya kembali dengan selamat setelah terombang ambing di laut beberapa hari karena kerusakan mesin.

 

TANJUNG REDEB – Kabar melegakan datang dari perairan Derawan–Maratua. Tiga nelayan asal Kabupaten Berau yang sempat dilaporkan hilang kontak saat melaut akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Ketiganya, yakni Rapiuddin (32), Sukri (30), dan Safruddin Kasim (39), telah kembali ke rumah masing-masing di Jalan Pangeran Diguna pada Senin (9/3) kemarin.

Insiden ini bermula ketika mesin kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan di tengah laut. Ketiga nelayan tersebut awalnya berangkat menuju bagan untuk mencari ikan sejak Selasa (17/2). Namun, kekhawatiran pihak keluarga memuncak hingga akhirnya melapor kepada pihak kepolisian pada Jumat (6/3) petang setelah komunikasi terputus total.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, menjelaskan bahwa para nelayan tersebut sempat terombang-ambing selama tiga hari di tengah lautan luas. Beruntung, sebuah kapal nelayan asal Tanjung Batu yang melintas melihat posisi mereka dan memberikan bantuan dengan menarik kapal tersebut untuk perbaikan mesin.

Drama di tengah laut ternyata belum berakhir. Setelah sempat diperbaiki dan mencoba kembali melaut, mesin kapal mereka kembali mengalami kerusakan untuk kedua kalinya. Situasi menjadi semakin genting bagi pihak keluarga karena ponsel milik para nelayan rusak, sehingga tidak ada sarana komunikasi yang bisa digunakan untuk memberi kabar.

"Mereka sempat berkomunikasi terakhir dengan istri dan pemilik kapal, namun setelah itu handphone mereka rusak sehingga tidak bisa dihubungi lagi. Hal ini tentu membuat keluarga sangat khawatir," ujar Nofian Hidayat.

Titik terang akhirnya muncul setelah Polsek Tanjung Batu memberikan informasi kepada pemilik kapal mengenai keberadaan kapal tersebut yang bersandar di wilayah mereka. Setelah dilakukan pengecekan, dipastikan ketiga nelayan dalam kondisi sehat walafiat. Setelah mesin benar-benar dinyatakan normal dan situasi laut aman, mereka pun diizinkan berlayar pulang.

Menanggapi kejadian ini, BPBD Berau mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh nelayan di wilayah tersebut. Para nelayan diminta untuk lebih disiplin dalam memperhatikan faktor keselamatan, melakukan pengecekan rutin pada kondisi mesin dan fisik kapal, serta selalu memantau prediksi cuaca sebelum memutuskan untuk berangkat melaut. (*)

Editor : Indra Zakaria