Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Cuaca Pancaroba di Berau: Pagi Panas Terik, Siang hingga Sore Berpotensi Hujan Mendadak, Waspadai Angin Kencang dan Petir

Redaksi Prokal • Minggu, 12 April 2026 - 10:00 WIB
Tim BMKG Berau saat melakukan pengecekan cuaca beberapa waktu lalu. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
Tim BMKG Berau saat melakukan pengecekan cuaca beberapa waktu lalu. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

TANJUNG REDEB – Masyarakat di wilayah Kabupaten Berau diimbau untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau memprakirakan cuaca akan didominasi awan tebal dengan potensi hujan intensitas ringan hingga sedang yang muncul secara tiba-tiba.

Prakirawan BMKG Berau, Egi, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan ciri khas dari masa peralihan atau transisi musim, yang sering disebut sebagai masa pancaroba.

Menurut data BMKG, dalam tiga hari ke depan, sebagian besar wilayah Berau akan mengalami kondisi berawan sepanjang hari. Potensi hujan ringan diprediksi terjadi secara sporadis, terutama pada waktu siang hingga sore hari. Hal ini disebabkan oleh kondisi atmosfer yang cenderung tidak stabil selama fase perpindahan dari musim hujan menuju musim kemarau.

Ketidakstabilan atmosfer ini memicu terbentuknya awan-awan hujan dalam waktu relatif singkat. Inilah yang menyebabkan cuaca bisa berubah drastis dalam hitungan jam.

“Perubahan cuaca bisa sangat cepat. Pagi cerah, siang bisa hujan. Jadi masyarakat diharapkan selalu siap dengan kondisi tersebut,” ujar Egi saat memberikan keterangan, Sabtu (11/4).

Selain faktor hujan, Egi juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang berskala lokal. Angin kencang ini umumnya muncul bersamaan dengan pertumbuhan awan konvektif yang juga berpotensi memicu terjadinya kilat atau petir.

Kondisi tersebut sangat perlu diperhatikan bagi warga yang memiliki mobilitas tinggi di luar ruangan agar tidak terganggu oleh perubahan cuaca mendadak. “Terutama saat siang dan sore hari,” tambahnya menekankan waktu-waktu krusial terjadinya perubahan pola cuaca.

Lebih lanjut, BMKG meminta para pelaku usaha di sektor perikanan, pelayaran, hingga pariwisata untuk terus memantau informasi cuaca terkini. Meski sejauh ini belum ada peringatan dini cuaca ekstrem, kewaspadaan dini dianggap sangat penting untuk menjamin keselamatan aktivitas di laut maupun lokasi wisata.

Di sisi lain, Egi menyebutkan bahwa curah hujan yang masih terjadi saat ini memiliki dampak positif bagi lingkungan. Hujan ringan di masa transisi membantu menjaga keseimbangan air tanah sebelum memasuki puncak musim kemarau yang biasanya jauh lebih kering. “Kondisi cuaca berawan dan hujan ringan ini juga dinilai masih cukup baik untuk menjaga keseimbangan lingkungan, terutama dalam menjaga ketersediaan air tanah menjelang musim kemarau,” pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
#berau