Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jangan Main Nyawa! Operator Kapal Wisata yang Abaikan Jaket Keselamatan Diingatkan

Redaksi Prokal • Senin, 27 April 2026 | 08:08 WIB
Legislatif meminta pengawasan terhadap keselamatan armada laut ditingkatkan. (BERAU POST)
Legislatif meminta pengawasan terhadap keselamatan armada laut ditingkatkan. (BERAU POST)

PROKAL.CO – Geliat pariwisata di Bumi Batiwakkal yang kian meningkat memicu kekhawatiran serius dari jajaran legislatif. Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, memberikan peringatan keras kepada para operator kapal wisata agar tidak bermain-main dengan nyawa penumpang demi mengejar keuntungan semata.

Pengawasan ketat kini menjadi harga mati, terutama pada jalur perairan menuju destinasi unggulan seperti Pulau Maratua dan Derawan yang kian padat. Saga menegaskan bahwa tingginya minat wisatawan harus dibarengi dengan standar keamanan yang tidak bisa ditawar.

"Transportasi air di Berau ini cukup digemari, terutama rute menuju Maratua dan Derawan yang selalu padat penumpang. Kondisi ini punya risiko besar jika tidak diimbangi pengawasan optimal," tegas Saga kepada media, Minggu (26/4).

Salah satu poin krusial yang disorot adalah kedisiplinan penggunaan life jacket atau jaket keselamatan. Ia menyayangkan masih adanya operator yang abai terhadap aturan dasar ini. Bagi DPRD, keselamatan adalah prioritas yang jauh lebih berharga daripada kecepatan atau kapasitas muatan.

"Penggunaan jaket keselamatan harus jadi prioritas utama. Selain itu, jumlah penumpang jangan sampai melebihi kapasitas. Praktik kelebihan muatan itu sangat berbahaya dan bisa meningkatkan risiko kecelakaan di laut," lanjutnya dengan nada tegas.

Tak hanya soal alat keselamatan, kelayakan teknis armada juga menjadi catatan penting. Saga mendesak instansi terkait untuk lebih rajin "turun gunung" melakukan inspeksi mendadak di pelabuhan maupun dermaga tradisional sebelum kapal bertolak.

"Kesiapan armada harus dipastikan benar-benar layak jalan. Kami mendorong instansi terkait untuk lebih aktif mengawasi titik-titik keberangkatan. Jangan sampai kita baru sibuk setelah ada kejadian," tambahnya.

Menutup pernyataannya, Saga mengajak adanya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan pengusaha transportasi untuk membangun standar keselamatan yang lebih baik. Ia juga meminta masyarakat untuk lebih kritis dan sadar akan hak keselamatannya selama berada di atas air.

"Keselamatan harus jadi tanggung jawab bersama. Jangan ragu untuk menuntut fasilitas keselamatan karena nyawa adalah taruhannya," pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
#berau