Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pemkab Berau Ajak Buruh dan Pengusaha Perkuat Sinergi, Ingatkan Pentingnya Membangun Hubungan Kerja yang Sehat    

Redaksi • Senin, 4 Mei 2026 | 10:27 WIB
MAY DAY: Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Lapangan GOR Pemuda Tanjung Redeb, Jumat, 1 Mei 2026. ISTIMEWA
MAY DAY: Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Lapangan GOR Pemuda Tanjung Redeb, Jumat, 1 Mei 2026. ISTIMEWA

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Ratusan pekerja, perwakilan perusahaan, dan pemerintah daerah, memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Lapangan GOR Pemuda, Jumat (1/5/2026).

Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan. Mulai dari senam pagi, bazar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), donor darah, hingga doorprize bagi para serikat buruh.

Mewakili Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, Asisten III, Sekretaris Kabupaten Berau, Maudiliyah, mengajak seluruh pekerja menjadikan peringatan May Day sebagai motivasi untuk terus berjuang.

Ia menekankan, pentingnya dukungan terhadap perjuangan pekerja yang selama ini menjadi salah satu pilar penggerak roda ekonomi daerah.

Baca Juga: Pemkab Berau Bakal Realisasikan 37 Rumah Tahun Ini, untuk Warga Long Ayap yang Terdampak Banjir 

“Mari kita jadikan peringatan ini sebagai motivasi untuk terus berjuang dan mendukung perjuangan pekerja serta meningkatkan kesejahteraan buruh di Berau,” ujarnya.

Dirinya juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh serikat pekerja dan serikat buruh, yang hingga saat ini terus berupaya memberikan kontribusi terbaik dalam pembangunan daerah.

Keberadaan buruh katanya, tidak terlepas dari peran vital dalam proses produksi dan perputaran ekonomi yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan daerah.

Maulidiyah juga menekankan pentingnya membangun hubungan kerja yang sehat antara pekerja dan perusahaan.

Menurutnya, hubungan yang harmonis akan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia ketenagakerjaan.

“Hubungan yang sehat akan membantu menyelesaikan berbagai tantangan yang ada,” ujarnya.

Ia mengingatkan kepada perusahaan agar dapat menunaikan kewajibannya serta mematuhi seluruh aturan ketenagakerjaan, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan buruh. Di sisi lain, pekerja juga diminta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga: Sulap Kaniungan Jadi Destinasi Premium, Pemkab Berau Racik Masterplan Wisata Eksklusif

Apalagi pekerja dan pengusaha merupakan mitra yang saling membutuhkan dalam mencapai tujuan perusahaan.

Oleh karena itu, prinsip keadilan dan rasionalitas harus dikedepankan agar tercipta hubungan yang saling menguntungkan.

“Kami mendorong perusahaan dan pekerja menjadi mitra profesional yang saling menghargai, menunaikan kewajiban, serta memberikan hak secara proporsional,” tambahnya.

Ia juga mengimbau agar seluruh pihak baik pekerja maupun pengusaha, dapat menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah.

Hal ini penting, untuk menciptakan langkah yang selaras dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor ketenagakerjaan.

Peringatan May Day pun diharapkan tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi, tetapi juga memperkuat sinergi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah, demi terciptanya kondisi yang kondusif dan berkelanjutan.

Ia menegaskan, komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial. Upaya tersebut diwujudkan melalui perluasan kesempatan berusaha dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.

“Pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan kebijakan yang solutif di tengah berbagai permasalahan yang dihadapi buruh, termasuk menjalin kerja sama yang baik antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja,” tambahnya.

Ia juga menilai peringatan May Day sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan hubungan industrial yang sehat, harmonis, dan saling menguntungkan bagi semua pihak.

Terlebih banyak capaian positif Kabupaten Berau di bidang ketenagakerjaan. Seperti Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2025 tercatat sebesar 4,4 persen, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 5,15 persen.

Baca Juga: Bangun Budaya Kerja yang Solid, Bupati Sri Juniarsih Minta Penguatan Kinerja dan Integritas ASN

“Hal ini menunjukkan adanya perbaikan dalam serapan tenaga kerja di pasar kerja daerah,” ujarnya.

Selain itu, angka kemiskinan juga mengalami penurunan dari 5,08 persen pada tahun 2024 menjadi 4,44 persen di tahun 2025.

Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Berau turut mengalami peningkatan dari 77,17 menjadi 77,72 pada tahun 2025.

Capaian tersebut dinilai sebagai indikator positif yang harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui kerja bersama seluruh elemen.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, Anang Saprani, menyampaikan, May Day merupakan simbol kemenangan dan kebangkitan kaum buruh di seluruh dunia.

Pada tahun ini, peringatan mengusung tema “Kolaborasi Bersama Lanjutkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” dengan tagline “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”.

Esensi dari peringatan May Day tidak boleh mengabaikan persoalan ketenagakerjaan yang masih ada. Pihaknya akan terus berkomitmen menjadi jembatan dalam mencari solusi terbaik atas berbagai permasalahan yang dihadapi pekerja maupun perusahaan.

“Roh dari peringatan May Day adalah bagaimana kita tetap fokus pada penyelesaian persoalan ketenagakerjaan. Melalui Disnakertrans, kami terus mengupayakan solusi terbaik bagi semua pihak,” jelasnya.

Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan serikat buruh, sangat penting agar tercipta komunikasi yang baik serta hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan.

Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Berau, Alhamid. Ia berharap hubungan harmonis antara Apindo dan serikat buruh yang selama ini telah terjalin dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Baca Juga: Wangi Sabun Kelapa dari Giring-Giring: Pemkab Berau Pacu Hilirisasi Produk Unggul Kampung

Terlebih setiap tahun pihaknya bersama serikat buruh rutin menggelar pembahasan terkait upah minimum kabupaten (UMK) dan upah minimum sektoral kabupaten (UMSK). Dari proses tersebut, ia menilai selalu tercapai kesepakatan yang baik dan saling menguntungkan.

“Kami memberikan apresiasi kepada serikat buruh karena dalam setiap pembahasan UMK dan UMSK selalu menghasilkan keputusan yang baik,” ujarnya.

Ia juga menilai peringatan May Day tahun ini sangat positif karena tidak hanya berisi kegiatan seremonial, tetapi juga diisi dengan berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat, seperti senam bersama, bazar UMKM, hingga kegiatan donor darah.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan mampu mendorong masuknya lebih banyak investasi ke Kabupaten Berau, sehingga berdampak pada peningkatan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat.

Ditambahkan perwakilan Aliansi Pekerja Serikat Buruh, Daud Yusuf, peringatan May Day bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi pekerja di lapangan.

Ia menyebut, masih ditemukan perusahaan yang belum menjalankan kewajibannya sesuai aturan yang berlaku.

“Di Berau masih banyak pelaku usaha yang mengaji buruh di bawah UMK. Selain itu, ada juga yang belum memberikan BPJS serta menerapkan jam kerja lembur yang melebihi ketentuan,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius serikat buruh. Namun, ia menegaskan, kehadiran serikat pekerja bukan untuk menciptakan konflik, melainkan sebagai penyeimbang dalam hubungan industrial.

“Kami bukan pengacau. Kami hadir untuk mengingatkan pelaku usaha yang tidak sesuai aturan agar bisa dibenahi,” tegasnya.

Daud juga berharap Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau dapat lebih aktif berperan sebagai mediator dalam menyelesaikan persoalan antara pekerja dan perusahaan.

Baca Juga: Usung Konsep Ekowisata, Pemkab Berau Poles Labuan Cermin dengan Fasilitas Glamping dan Jalur Tracking

Peran pemerintah ditegaskannya sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap konflik dapat diselesaikan secara adil dan terbuka.

Para pekerja pada dasarnya menginginkan situasi daerah tetap kondusif tanpa harus diwarnai aksi unjuk rasa. Namun, hal tersebut hanya dapat terwujud jika hak-hak pekerja dipenuhi oleh perusahaan.

“Kami tidak ingin demo. Kami ingin Berau tetap kondusif. Tapi hak kami tolong diberikan yang memang belum diberikan oleh perusahaan,” ujarnya. (*/adv/far)

Editor : Faroq Zamzami
#may day #berau #sri juniarsih