PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, mengakui hingga saat ini Kabupaten Berau masih sangat bergantung terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
Karena itu, pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kemandirian fiskal melalui optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).
“Memang kondisi kita ini masih sangat berharap dari dana transfer pemerintah pusat. Sehingga bagaimana upaya-upaya untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah terus dilakukan,” katanya.
Baca Juga: Perkuat Pengamanan Objek Vital Kelistrikan, PLN Grup Kaltimra Audiensi dengan Kapolda Kaltim
Pemerintah daerah telah meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk lebih maksimal menginventarisasi berbagai potensi pajak daerah yang selama ini belum tergarap optimal.
Langkah peningkatan PAD akan dilakukan melalui dua strategi utama, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi.
“Intensifikasi artinya memaksimalkan potensi pajak yang sudah ada. Kemudian ekstensifikasi melihat peluang-peluang pajak daerah lain yang mungkin selama ini belum tergarap secara maksimal,” jelasnya.
Lanjutnya, pemerintah daerah juga terus membuka peluang terhadap berbagai rekomendasi terkait penambahan PAD.
Salah satunya mengenai usulan penarikan retribusi terhadap kapal wisata dari luar daerah yang masuk ke wilayah Berau.
Namun, kebijakan tersebut tetap harus menyesuaikan aturan yang berlaku sebelum diterapkan.
“Kita lihat dulu regulasinya. Kalau memang memungkinkan untuk ditarik retribusi, tentu akan kita upayakan,” ujarnya.
Ia menilai, sektor pariwisata memang menjadi salah satu potensi besar yang perlu terus dimaksimalkan untuk meningkatkan pendapatan daerah.
Terlebih selama ini Berau dikenal memiliki potensi wisata unggulan yang terus berkembang dan banyak dikunjungi wisatawan.
Baca Juga: Beli Motor Honda, Astra Motor Kaltim 1 Beri Promo “MESRA” Spesial Mei
Karena itu, pengelolaan sektor pariwisata dinilai perlu dilakukan lebih terintegrasi agar mampu memberikan dampak lebih besar terhadap PAD.
“Pariwisata juga harus bisa dimaksimalkan. Banyak potensi yang sebenarnya masih bisa kita kelola dan kembangkan untuk meningkatkan PAD,” katanya.
Menurutnya, kondisi berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat harus menjadi dorongan bagi daerah untuk lebih mandiri secara fiskal.
Inovasi dalam pengelolaan pendapatan daerah menjadi salah satu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah ke depan.
Baca Juga: Kaltim Kejar Target 1,27 Juta Pekerja Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan pada 2026
Ia berharap optimalisasi berbagai sektor potensial dapat membantu meningkatkan PAD sehingga ketergantungan terhadap dana transfer pusat perlahan dapat dikurangi. (*/adv/far)
Editor : Faroq Zamzami