Berbagai program strategis pun terus didorong, mulai dari modernisasi alat tangkap ramah lingkungan, pengembangan kawasan budidaya hingga penguatan pelaku UMKM pengolahan hasil perikanan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan sektor perikanan di Berau memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan, terlebih daerah ini memiliki sumber daya laut dan perairan yang cukup melimpah.
“Kita berkomitmen memperkuat program strategis perikanan,” ujarnya. Menurutnya, pengembangan sektor perikanan tidak hanya berfokus pada hasil tangkapan, tetapi juga pengolahan produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Berbagai olahan ikan lokal dinilai mampu menjadi produk unggulan daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat. “Ada pentol, pempek, dan berbagai olahan ikan lainnya,” katanya.
Sri Juniarsih menyebut, capaian penghargaan Arindama Perikanan yang diraih Berau pada Januari 2026 menjadi bukti keseriusan daerah dalam mengembangkan sektor tersebut.
Ia berharap prestasi itu dapat terus dipertahankan melalui penguatan program yang berkelanjutan. “Jangan sampai penghargaan itu bergeser,” tegasnya.
Ia menilai, hilirisasi industri perikanan harus terus diperkuat, khususnya dalam mendorong produk olahan skala mikro dan kecil agar mampu bersaing di pasaran.
Menurutnya, potensi produk perikanan di Berau masih sangat luas untuk dikembangkan menjadi oleh-oleh khas daerah. “Pemanfaatan ikan sebagai produk ekraf sangat penting,” ucapnya.
Beberapa komoditas yang dinilai potensial, di antaranya tuna yang dapat diolah menjadi produk kemasan, bandeng presto, makarel dan sarden kalengan hingga produk udang siap saji.
Diversifikasi produk tersebut diyakini dapat meningkatkan nilai jual hasil perikanan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Abdul Majid, menyebut potensi perikanan Berau memang cukup besar dan terus dioptimalkan melalui berbagai program pemerintah daerah.
“Potensi perikanan kita memang besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Diskan Berau terus memaksimalkan berbagai peluang dukungan program, termasuk melalui KNMP, biofolk, pendampingan kelompok hingga bantuan sarana perikanan bagi masyarakat.
“Kita optimalisasi seluruh kesempatan yang memungkinkan,” katanya.
Abdul Majid menambahkan, pemerintah daerah juga telah menyalurkan sejumlah bantuan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB), mulai dari sarana dan prasarana budidaya, penyediaan bibit ikan hingga perlengkapan penangkapan untuk nelayan.
“Kita sudah menyalurkan bantuan bagi KUB,” jelasnya.
Ia memastikan pihaknya akan sejalan dengan arahan Bupati Berau dalam memaksimalkan seluruh potensi perikanan daerah.
Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir maupun pelaku usaha perikanan di Kabupaten Berau.
“Kita berusaha memaksimalkan potensi perikanan untuk kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (*/adv/far)