Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas Dorong UMKM Manfaatkan Peluang Wisata dan Produk Olahan Lokal

Redaksi • Jumat, 22 Mei 2026 | 10:52 WIB
MANFAATKAN PELUANG: Sebagai wilayah dengan destinasi wisata unggulan, memberikan peluang yang harus pelaku UMKM penyedia oleh-oleh khas Berau. KPG
MANFAATKAN PELUANG: Sebagai wilayah dengan destinasi wisata unggulan, memberikan peluang yang harus pelaku UMKM penyedia oleh-oleh khas Berau. KPG

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar mampu memanfaatkan perkembangan sektor pariwisata untuk meningkatkan nilai ekonomi daerah.

Salah satu yang menjadi perhatian yakni pengembangan produk olahan pangan dan oleh-oleh khas lokal yang dapat dibawa wisatawan saat berkunjung ke Berau.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan daerah ini memiliki potensi wisata yang besar dan terus berkembang. Kondisi tersebut dinilai harus menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk menghadirkan produk khas daerah yang memiliki nilai jual. “Kita kabupaten dengan potensi wisata,” ujarnya belum lama ini.

Baca Juga: Pemkab Berau Tegaskan Komitmen Penerapan Manajemen Talenta ASN

Menurutnya, wisatawan yang datang ke Berau tidak hanya menikmati destinasi wisata, tetapi juga diharapkan dapat memperoleh oleh-oleh khas yang mudah ditemukan. Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar produk lokal terus dikembangkan, terutama yang berbahan baku sumber daya alam yang melimpah di Berau.

“Kami harap bisa mendapatkan oleh-oleh yang cukup,” katanya.

Sri Juniarsih menilai sektor perikanan menjadi salah satu potensi besar yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.

Berbagai hasil laut dan perikanan dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi makanan khas maupun produk kemasan yang tahan lama dan praktis dibawa wisatawan. “Misalnya oleh-oleh olahan perikanan,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, pengembangan produk UMKM tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Karena itu, Pemkab Berau meminta sejumlah dinas terkait ikut terlibat dalam pembinaan pelaku usaha agar mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki daya saing. “Makanya kita dorong agar potensi ini bisa dikelola maksimal,” tuturnya.

Menurutnya, dukungan tersebut dapat dilakukan mulai dari pelatihan, peningkatan kualitas produk, pengemasan hingga pemasaran. Dinas Perikanan dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) disebut memiliki peran penting dalam mendampingi UMKM lokal. “Didukung lintas OPD,” tegasnya.

Baca Juga: Pemkab Berau Buka Seleksi Terbuka untuk 29 Jabatan Administrator

Selain meningkatkan ekonomi masyarakat, keberadaan produk oleh-oleh khas juga dinilai mampu memperkuat identitas daerah di mata wisatawan. Dengan semakin banyak produk lokal yang dikenal, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Berau diharapkan dapat tumbuh secara bersamaan.

Sri Juniarsih berharap, produk-produk UMKM lokal nantinya semakin mudah ditemukan di berbagai pusat oleh-oleh maupun kawasan wisata di Berau sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan saat berkunjung ke Bumi Batiwakkal.

Sebelumnya, Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menyampaikan bahwa pihaknya terus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, khususnya dalam pengurusan legalitas. Menurutnya, legalitas menjadi fondasi penting agar UMKM dapat berkembang dan mengakses pasar yang lebih luas.

“Kami tetap melakukan pendampingan pengurusan legalitas usaha, baik NIB, halal, dan mendorong pelaku usaha mengurus HAKI,” ujarnya.

Eva menjelaskan, Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) merupakan instrumen penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat identitas produk lokal.

Dengan dokumen yang lengkap, UMKM dinilai lebih siap bersaing, baik di tingkat regional maupun nasional.

Selain pendampingan administrasi, Diskoperindag juga menyiapkan sejumlah program pelatihan guna meningkatkan kualitas produk dan manajemen usaha. Pelatihan tersebut tidak hanya dilaksanakan secara mandiri, tetapi juga melalui kolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

“Ada beberapa pelatihan yang akan dilaksanakan, baik oleh Diskoperindag maupun kerja sama dengan Dekranasda,” katanya.

Pelatihan yang dimaksud meliputi peningkatan kualitas produksi, desain kemasan, manajemen keuangan, hingga strategi pemasaran digital. Eva menilai, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci agar UMKM mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar dan teknologi.

Baca Juga: Festival Budaya Lesung Osap 2026 di Bena Baru Perkuat Wisata Budaya Berau

Tak hanya itu, Diskoperindag juga berencana memperkuat koordinasi lintas sektor untuk membangun ekosistem usaha yang saling terhubung. Salah satunya dengan mendorong kerja sama antar kampung dalam penyediaan bahan baku kerajinan, sehingga tercipta rantai pasok yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Kami akan koordinasi ke beberapa kampung untuk mendorong kerja sama antar kampung dalam rantai pasok bahan baku kerajinan,” jelasnya. (*/adv)

Editor : Faroq Zamzami
#ekonomi daerah #berau #Sri Juniarsih Mas