Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas Dorong Pengembangan Homestay Berbasis Masyarakat

Redaksi • Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:22 WIB
Sri Juniarsih Mas.KPG
Sri Juniarsih Mas.KPG

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Tingginya kunjungan wisata ke Kampung Bidukbiduk, Kecamatan Bidukbiduk, menjadi peluang besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan pendapatan kampung.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mendorong pemerintah kampung bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mulai mengelola potensi tersebut secara lebih terarah.

Termasuk melalui pengembangan homestay berbasis masyarakat.

Baca Juga: Wabup Gamalis Apresiasi Polres Berau Ungkap Kasus Peredaran Narkoba

Ia menyoroti, posisi strategis Kampung Bidukbiduk sebagai pintu masuk kawasan wisata di pesisir selatan Berau.

Menurutnya, lonjakan jumlah wisatawan yang datang ke wilayah tersebut, telah berdampak pada keterbatasan ketersediaan penginapan.

“Karena Kampung Bidukbiduk merupakan pintu masuk di Kecamatan Bidukbiduk. Saya mendengar kunjungan wisata di sana sangat membeludak sampai kurang penginapan,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, dia menilai kampung memiliki peluang untuk mengembangkan usaha yang dapat dikelola melalui badan usaha milik kampung (BUMK).

Salah satu opsi yang dapat dilakukan adalah membuat fasilitas penginapan atau memanfaatkan rumah-rumah warga sebagai homestay bagi wisatawan.

Langkah tersebut tidak hanya dapat menjawab kebutuhan akomodasi wisatawan, tetapi juga membuka ruang usaha baru bagi masyarakat setempat.

“Ini merupakan peluang bagaimana kita bisa mengelolapotensi yang ada,” katanya.

Ia menegaskan, pengembangan sektor wisata di Kampung Bidukbiduk tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah kampung.

Baca Juga: Serap Aspirasi Mahasiswa, Pemkab Berau Tunggu Kajian dan Regulasi Terkait UsulanPTN

Diperlukan dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar program yang dijalankan dapat berjalan optimal.

Beberapa OPD yang dinilai memiliki peran penting di antaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan(Diskoperindag), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata(Disbudpar), serta instansi terkait lainnya.

Ia berharap, OPD terkait dapat memberikan pendampingan kepada masyarakat, termasuk memastikan rumah-rumah yang disiapkan sebagai homestay memenuhi standar fasilitas yang layak bagi wisatawan, terutama saat musim liburan.

“Ketika ada musim liburan, pastikan seluruh masyarakat yang ditunjuk sebagai homestay, fasilitasnya terpenuhi dengan baik,” tegasnya. 

Diakuinya, semua kampung di Berau memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah akan terus melakukan pembahasan secara intensif terkait strategi pengembangan sektor pariwisata di Bumi Batiwakkal.

Menurutnya, pengelolaan potensi wisata yang baik akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus menambah pendapatan asli kampung.

Sri Juniarsih mengingatkan, agar pemerintah kampung tetap mengoptimalkan sektor-sektor unggulan lainnya yang dimiliki masyarakat.

Seperti pada sektor pertanian, kelautan, dan berbagai potensi lokal lainnya juga harus menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan kampung.

“Pemerintah kampung tidak dapat bekerja sendiri. Harus bekerja sama dengan organisasi kampung dan seluruhkomponen masyarakat dalam mengarahkan program pembangunan dengan memanfaatkan peluang dan potensiyang ada,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, ia berharap seluruh potensi yang dimiliki kampung-kampung dapat dikelola dan dikembangkan secara bersama-sama sehingga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan pihaknya telah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap sejumlah objek wisata menujukawasan pesisir dan sekitarnya. Salah satunya untuk mempersiapkan semua fasilitas destinasi apabila terjadiledakan kunjungan wisata.

Baca Juga: Pemkab Perjuangkan Kejelasan Batas Administratif Berau-Kutim

Diterangkan, pembahasan dalam monev tidak hanya berkaitan dengan retribusi, tetapi juga menyangkut persoalan kebersihan, fasilitas, hingga pengembangan destinasi ke depan.

Pihaknya juga berdiskusi langsung dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) terkait upaya menjaga kualitas destinasi agar tetap nyaman dikunjungi wisatawan.

“Permasalahannya seperti kebersihan, masalah pengembangan ke depannya, kita diskusikan dengan Pokdarwis setempat. Jadi bagaimana menjaga itu tetap layak, masyarakat juga merasakan kebersihannya terjaga, fasilitasnya juga berfungsi dengan baik,” katanya.

Ia menyebut, hasil monitoring menunjukkan capaian retribusi objek wisata di Berau sejauh ini cukup menggembirakan.

“Alhamdulillah hasil monev retribusi objek wisata di Berauitu sudah tercapai bahkan melebihi target,” ungkapnya. (*/adv/far)

Editor : Faroq Zamzami
#kunjungan wisata #berau #Sri Juniarsih Mas