Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bupati Berau Sri Juniarsih Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga

Redaksi • Selasa, 30 Juni 2026 | 12:54 WIB


PERINGATI HARGANAS: Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, memimpin upacara peringatan Harganas Ke-33 di halaman Kantor Bupati Berau, Senin, 29 Juni 2026. KPG
PERINGATI HARGANAS: Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, memimpin upacara peringatan Harganas Ke-33 di halaman Kantor Bupati Berau, Senin, 29 Juni 2026. KPG

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Berau, Senin (29/6/2026). 

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskankembali pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utamapembangunan bangsa.

Sri Juniarsih menekankan, masyarakat saat ini hidup di era penuh ketidakpastian, kompleksitas, serta perubahan yang sangat cepat.

Kondisi tersebut menuntut keluarga untuk menjadi benteng utama dalam melindungi generasi muda dari berbagai tantangan, mulai dari tekanan ekonomi, perkembangan teknologi digital, hingga pergeseran nilai sosial.

Baca Juga: Bupati Berau Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Defisit Tertutup, Silpa Rp 272,6 Miliar

Ia menyebut, ketangguhan keluarga menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi masa depan bangsa. Apalagi Indonesia saat ini tengah menikmati bonus demografi, yaitu kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif.

“Bonus demografi ini hanya terjadi satu kali dalam sejarah. Jika dikelola dengan baik, akan menjadi peluang menujuIndonesia Emas 2045,” katanya.

“Namun jika tidak, justru dapat menimbulkan persoalanseperti pengangguran dan rendahnya kualitas sumber dayamanusia,” ujarnya.

Untuk itu, ia menegaskan perlunya penguatan kualitas sumberdaya manusia yang dimulai dari keluarga. Setidaknya terdapat tiga pilar utama yang harus diperkuat, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental anak.
Dari sisi kesehatan, pemenuhan gizi dan perhatian pada masa 1.000 hari pertama kehidupan menjadi kunci utama tumbuhkembang anak.

Sementara pada aspek pendidikan karakter, keluarga diharapkan mampu menanamkan nilai kejujuran, disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab sejak dini. 

Selain itu, ketahanan mental anak juga menjadi perhatianpenting agar mampu menghadapi tantangan zaman. Dalam halini, peran orang tua, terutama ayah, dinilai sangat penting. 

Ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik dan pendamping anak dalam tumbuhkembangnya.

Baca Juga: Bupati Berau Ajak Masyarakat Jadikan Produk UMKM sebagai Parsel dan Bingkisan Hadiah

Sri Juniarsih menyoroti, pentingnya pengawasan terhadappenggunaan teknologi digital di lingkungan keluarga. 

Menurutnya, penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapatmengurangi interaksi antaranggota keluarga dan berdampakpada perkembangan sosial anak.

“Anak-anak perlu diarahkan pada hal-hal yang positif, edukatif, dan bermanfaat agar tidak kehilangan waktu untukberinteraksi dengan keluarga karena terlalu banyakmenghabiskan waktu di gawai,” katanya.

Lanjutnya, keluarga bukan sekadar unit terkecil dalammasyarakat, melainkan fondasi utama dalam membentuk karakter bangsa.

Keluarga yang kuat akan melahirkangenerasi yang sehat, berdaya saing, dan berakhlak baik.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan peringatanHarganas sebagai momentum memperkuat komitmenmembangun keluarga yang tangguh demi masa depan Indonesia.

Pemerintah akan terus berupaya menghadirkan program yang berpihak pada keluarga, termasuk penguatan jaminan sosialserta kemudahan akses layanan dasar.

Namun, peran utama tetap berada pada orangtua dalammembentuk karakter anak. Tanpa pendidikan keluarga yang baik, pembangunan ekonomi tidak akan berarti jika tidakdiiringi dengan kualitas generasi penerus.

Baca Juga: Bupati Berau Sambut Kepulangan 212 Jamaah Haji, Berharap Jadi Teladan di Tengah Masyarakat

“Tidak ada artinya kemajuan ekonomi jika generasi yang diwariskan lemah secara moral dan mental. Karena itu, maribersama membangun keluarga yang kuat demi masa depanbangsa,” ujarnya.

Upacara Harganas ke-33 tersebut ditutup dengan ajakan untukmemperkuat keluarga Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan tangguh dalam menghadapi tantanganmenuju Indonesia Emas 2045. (*/adv/far)

Editor : Faroq Zamzami
#berau #Sri Juniarsih Mas #Harganas