PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kabar gembira untuk warga Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Maskapai AirAsia dipastikan kembali beroperasi di Bandara Kalimarau, Berau, setelah sempat menarik diri selama dua bulan.
Kembalinya layanan penerbangan tersebut diharapkan memperkuat konektivitas udara menuju Berau sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, hingga investasi di daerah.
Baca Juga: Bupati Berau Sri Juniarsih Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga
Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, memastikan seluruh persiapan telah dilakukan sehingga AirAsia siap kembali melayani penumpang melalui Bandara Kalimarau.
Menurutnya, kehadiran kembali maskapai tersebut menjadi momentum penting dalam meningkatkan akses transportasi udara bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
“AirAsia akan kembali beroperasi mulai 2 Juli 2026,” ujarnya, Senin (29/6/2026).
Patah menjelaskan, rute yang dilayani masih sama seperti sebelumnya, yakni Surabaya-Berau dengan transit di Balikpapan.
Rute tersebut dinilai tetap menjadi jalur strategis karena menghubungkan Berau dengan salah satu kota terbesar di Indonesia sekaligus memudahkan akses bagi masyarakat dari berbagai daerah.
“Rutenya Surabaya-Berau melalui Balikpapan seperti sebelumnya,” terangnya.
Ia mengatakan, bertambahnya pilihan maskapai akan memberikan manfaat langsung bagi pengguna jasa transportasi udara.
Selain meningkatkan mobilitas masyarakat, kehadiran AirAsia juga diharapkan mampu menciptakan persaingan layanan yang sehat sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan penerbangan dengan pelayanan yang berkualitas.
Baca Juga: Bupati Berau Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Defisit Tertutup, Silpa Rp 272,6 Miliar
Di sisi lain, sektor pariwisata Berau diperkirakan akan menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari kembali beroperasinya AirAsia.
Akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan akan semakin mudah dijangkau wisatawan domestik maupun mancanegara.
Destinasi seperti Kepulauan Derawan, Maratua, Labuan Cermin, hingga berbagai objek wisata alam lainnya diharapkan semakin ramai dikunjungi.
Kemudahan akses transportasi udara menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Berau di tingkat nasional maupun internasional.
“Ini diharapkan mendorong pertumbuhan pariwisata, perdagangan, dan investasi di Berau,” katanya.
Patah juga menyampaikan apresiasi atas kembalinya AirAsia ke Bandara Kalimarau. Ia berharap, kerja sama antara pengelola bandara dengan maskapai dapat terus terjalin dengan baik demi mendukung kemajuan daerah.
Ia optimistis kehadiran kembali maskapai tersebut menjadi awal sinergi yang semakin kuat dalam meningkatkan konektivitas wilayah, memperkuat perekonomian daerah, serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pengguna jasa transportasi udara di Bandara Kalimarau.
Dengan bertambahnya pilihan penerbangan, masyarakat maupun wisatawan diharapkan semakin mudah menjangkau Kabupaten Berau sebagai salah satu destinasi unggulan di Kaltim.
Sebelumnya, Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengatakan masuknya kembali AirAsia menjadi peluang besar bagi daerah untuk memperkuat posisi Berau sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur.
Menurutnya, akses transportasi udara yang semakin terbuka akan memudahkan wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke berbagai objek wisata yang dimiliki Berau.
“Masuknya AirAsia sangat berdampak bagi pariwisata kita,” ujarnya.
Namun, Dedy mengingatkan bahwa peningkatan aksesibilitas tersebut harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan fasilitas penunjang wisata.
Ia menilai, pemerintah daerah perlu melakukan berbagai pembenahan agar pengalaman wisatawan yang datang ke Berau dapat semakin baik.
“Pemerintah harus benar-benar meningkatkan infrastruktur dan fasilitas wisata,” katanya.
Menurut Dedy, Berau memiliki beragam destinasi wisata unggulan yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan, mulai dari kawasan Kepulauan Derawan, Maratua, Kakaban hingga berbagai destinasi wisata alam lainnya.
Dengan bertambahnya akses penerbangan, potensi kunjungan wisatawan diperkirakan akan meningkat sehingga kualitas layanan dan sarana pendukung harus menjadi perhatian utama.
Ia menjelaskan bahwa salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian serius adalah transportasi laut yang menjadi penghubung menuju sejumlah destinasi wisata andalan.
Sebab, sebagian besar objek wisata unggulan Berau berada di kawasan kepulauan yang hanya dapat dijangkau melalui jalur laut.
“Transportasi air harus dibenahi,” tegasnya.
Ia berharap momentum kembalinya AirAsia dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sektor pariwisata. Tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. (sen/kpg/far)