PROKAL.CO- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan segera mengumumkan hasil investigasi menyeluruh terkait insiden kandasnya kapal wisata live on board (LOB) SeaSee di perairan Pulau Maratua, Kabupaten Berau. Temuan ini bakal menjadi pijakan utama pemerintah untuk mengukur tingkat kerusakan ekosistem terumbu karang sekaligus menentukan tindakan hukum dan langkah pemulihan selanjutnya.
Pemeriksaan lapangan telah selesai dilakukan oleh tim investigasi KKP yang didampingi sejumlah tenaga ahli pada 14–15 Juli 2026. Kepala UPTD KKP3K KPDS Provinsi Kalimantan Timur, Didik Riyanto, mengonfirmasi bahwa penyampaian hasil kajian tersebut akan digelar secara daring dalam waktu dekat.
Selama proses investigasi, tim gabungan tak hanya memverifikasi kelengkapan dokumen administrasi, tetapi juga menerjunkan penyelam untuk meninjau langsung kondisi dasar laut dan terumbu karang di titik lokasi kejadian. Keterlibatan para ahli dipastikan untuk menjaga validitas data secara teknis dan ilmiah.
Didik menegaskan bahwa kepastian mengenai dampak lingkungan akibat insiden kapal wisata tersebut sepenuhnya bergantung pada rilis resmi KKP. Jika terbukti terjadi kerusakan pada terumbu karang di kawasan konservasi Maratua, laporan ilmiah ini akan dijadikan dasar kuat untuk proses penegakan hukum serta perumusan rencana pemulihan ekosistem yang terdampak. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co