Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kampung, Pemkab Berau Gandeng UMB Perkuat BUMK

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 14:07 WIB
Muhammad Said. KPG
Muhammad Said. KPG

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya memperkuat peran Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi masyarakat di tingkat kampung.

Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), Pemkab Berau berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) menggelar kegiatan Penguatan BUMK dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Berau di Ballroom SM Tower, Kamis (16/7/2026).

Rektor UMB, Muhammad Bayu, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola kelembagaan ekonomi di kampung.

Baca Juga: Dukung Hilirisasi SDA, Wabup Berau Gamalis Dorong Peningkatan Nilai Tambah Komoditas  

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan pembangunan yang dihadapi masyarakat.

“Perguruan tinggi harus hadir sebagai pusat solusi dan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Melalui kerja sama tersebut, UMB berkomitmen mendukung penguatan kapasitas pengelola BUMK agar mampu menjalankan usaha secara profesional, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat kampung.

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, mengungkapkan pemerintah daerah sejatinya telah memberikan dukungan permodalan kepada BUMK melalui Alokasi Dana Kampung (ADK) sejak tahun 2017. Namun, pemanfaatan bantuan tersebut dinilai masih belum optimal.

“Dari hampir 100 kampung, baru sekitar 20 kampung yang berhasil memanfaatkan dana tersebut melalui BUMK,” katanya.

Menurutnya, masih banyak kampung yang menghadapi berbagai kendala, mulai dari aspek administrasi, tata kelola, hingga pengembangan usaha. Kondisi ini menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama agar keberadaan BUMK benar-benar mampu memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Sekkab Berau Dorong Pemerintah Kampung Manfaatkan Aset untuk Tambah Pendapatan

Muhammad Said menegaskan bahwa BUMK memiliki posisi strategis dalam mengelola potensi unggulan kampung, menciptakan peluang usaha, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Karena itu, ia berharap kegiatan penguatan tersebut mampu meningkatkan kemampuan para pengelola BUMK, tidak hanya dalam aspek administrasi, tetapi juga dalam merancang dan mengembangkan unit usaha yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

“Kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Berau diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang lebih maksimal, terutama di tengah efisiensi anggaran saat ini,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh kepala kampung dan pengurus BUMK untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana belajar, bertukar pengalaman, serta membangun jaringan kerja sama yang lebih kuat.

Baca Juga: Bupati Berau Sri Juniarsih Perkuat Produk UMKM, Target Tembus Pasar Internasional

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemerintah kampung, pengelolaan BUMK diharapkan semakin optimal dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.

Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata hingga ke seluruh kampung di Kabupaten Berau. (*/adv/far)

Editor : Faroq Zamzami
muhammad said universitas muhammadiyah berau