Deteksi Lima Titik Panas di Berau, Warga Diingatkan Jangan Buka Lahan dengan Cara Dibakar

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 08:39 WIB
DIINGATKAN: Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar. ARTA KUSUMA YUNANDA/BERAU 0POST
DIINGATKAN: Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar. ARTA KUSUMA YUNANDA/BERAU 0POST

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB–Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Berau, beberapa hari terakhir. 

Kondisi cuaca panas karena fenomena El Nino membuat potensi kebakaran semakin meningkat, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Hermansyah, mengungkapkan berdasarkan hasil pemantauan, saat ini sedikitnya terdapat lima titik panas (hotspot) yang terdeteksi di beberapa kawasan di Kabupaten Berau.

Baca Juga: Peluang Kerja ke Luar Negeri Terbuka, Tiga Negara Ini Butuh Tenaga Kerja Indonesia, Ini Peluangnya

"Lima hotspot tersebut berada di wilayah Labanan-Tumbit, Kecamatan Kelay, arah Kasai-Tanjung Batu, serta kawasan Sambaliung. Titik-titik ini terus kami pantau karena berpotensi berkembang menjadi kebakaran lahan apabila tidak segera ditangani," ujarnya.

Menurut Hermansyah, kondisi cuaca yang didominasi panas ekstrem akibat El Nino membuat vegetasi dan lahan menjadi sangat kering. Akibatnya, api akan lebih mudah muncul dan cepat menyebar ketika terjadi pembakaran maupun percikan api.

"Cuaca saat ini sangat panas. Dampak El Nino menyebabkan lahan menjadi kering sehingga kebakaran sangat mudah terjadi dan sulit dikendalikan jika terlambat ditangani," jelasnya.

Karena itu, BPBD Berau terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya para petani, agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama terjadinya Karhutla saat musim kemarau.

Baca Juga: Gubernur Kaltim Ajak Bupati dan Wali Kota Temui Menteri Keuangan, Perjuangkan Dana Transfer Daerah

"Kami terus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Sekecil apa pun api yang ditimbulkan dapat dengan cepat membesar karena kondisi cuaca yang sangat panas," tegasnya.

BPBD juga meminta masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap ataupun titik api di lingkungan sekitar. Laporan dini dinilai sangat penting agar petugas dapat segera melakukan penanganan sebelum api meluas.

"Jika masyarakat melihat asap atau percikan api, segera laporkan ke posko penanggulangan bencana maupun pemerintah kecamatan terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi I, DPRD Berau, Thamrin, turut mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap ancaman karhutla yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.

Ia menilai, kebakaran besar yang pernah terjadi beberapa tahun lalu harus menjadi pelajaran agar tidak kembali terulang di Kabupaten Berau.

"Dengan kondisi cuaca yang cenderung panas akibat El Nino, masyarakat, terutama para petani, harus lebih berhati-hati. Jangan sampai peristiwa kebakaran besar yang pernah terjadi beberapa tahun lalu kembali terulang," ujarnya.

Baca Juga: Sekda Kukar Tegaskan Penyitaan Aset hingga Potong Pensiun Menanti Penerima Honor Tak Wajar yang Bandel

Thamrin berharap, seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah Karhutla, mulai dari tidak melakukan pembakaran lahan hingga segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

"Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama pencegahan karhutla. Jika semua pihak bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar, maka risiko kebakaran dapat ditekan," katanya. (aky/far

Editor : Faroq Zamzami
karhutla berau titik panas