Kaltim Membara! Berau Duduki Puncak Titik Panas Terbanyak, Disdamkarmat Siaga Satu Ancaman Karhutla

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:00 WIB
Keringnya dedaunan memicu api cepat membesar di lahan Berau.
Keringnya dedaunan memicu api cepat membesar di lahan Berau.

PROKAL.CO — Ancam bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mengintai Kabupaten Berau setelah mencatatkan sebaran titik panas (hotspot) tertinggi di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kaltim, sebanyak 72 titik panas terdeteksi di wilayah Berau pada Senin (10/8/2026), memimpin lonjakan angka hotspot dibanding daerah tetangga seperti Paser, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur.

Suhu udara ekstrem yang mencapai 33 derajat Celsius dikombinasikan dengan mengeringnya dedaunan dan vegetasi membuat lahan di Berau sangat rentan tersulut api. Dari pemetaanBMKG, sebaran titik panas mengepung berbagai wilayah dari pesisir hingga pedalaman, di mana Kecamatan Pulau Derawan menjadi penyumbang terbesar dengan 40 titik, disusul Segah dengan 13 titik, serta tersebar di Sambaliung, Gunung Tabur, Biatan, Talisayan, Tabalar, hingga Bidukbiduk. Kondisi ini tak hanya mengancam permukiman warga, tetapi juga membahayakan jarak pandang jalur darat serta aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau akibat potensi kabut asap.

"Kondisi ini harus menjadi perhatian warga dan perusahaan untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Bila menemukan kebakaran lahan, segera hubungi Disdamkarmat Berau melalui Call Center 0554-21113," tegas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Berau, Rakhmadi Pasarakan.

Menanggapi situasi kritis ini, Disdamkarmat Berau menyiagakan personelnya selama 24 jam penuh dan meminta partisipasi aktif masyarakat serta perusahaan perkebunan untuk berhenti menggunakan cara instan membakar lahan. Selain melalui sambungan bebas pulsa dan WhatsApp resmi Disdamkarmat di nomor 0851-7700-1113, warga yang menemukan kepulan asap atau potensi kobaran api mengimbau agar langsung menghubungi layanan darurat BPBD Berau via nomor 112 demi mempercepat penanganan sebelum api meluas. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
berau