Di Kabupaten Berau Ada Pasar Ikan Murah, Bakal Digelar di Semua Kecamatan, yang Dekat-Dekat Duluan

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 10:45 WIB
TEKAN INFLASI: Pasar ikan murah dan bazar UMKM di Kelurahan Gunung Tabur, Kamis, 13 Agustus 2026. IZZA/BERAU POST
TEKAN INFLASI: Pasar ikan murah dan bazar UMKM di Kelurahan Gunung Tabur, Kamis, 13 Agustus 2026. IZZA/BERAU POST

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali menggelar pasar ikan murah dan bazar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kali ini kegiatan dipusatkan di RT 01, Kelurahan Gunung Tabur, Kecamatan Gunung Tabur, Kamis (13/8/2026), dengan menggandeng Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).

Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kestabilan harga pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Jalur Kereta Trans Kalimantan Dirancang Terhubung ke IKN, Investor China & Rusia Mulai Lirik

Sejumlah komoditas kebutuhan pokok seperti ikan, beras, sayuran dan telur lokal tersedia dalam kegiatan yang mendapat antusias cukup tinggi dari masyarakat.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan pasar murah tersebut merupakan kolaborasi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Di antaranya, Dinas Perikanan, Dinas Pangan serta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag).

“Ini memang merupakan program pemerintah daerah. Kita kolaborasikan dalam rangka menurunkan inflasi, menurunkan angka stunting, sekaligus meningkatkan roda ekonomi masyarakat,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Khusus komoditas ikan, sekitar dua ton ikan disiapkan untuk dijual dengan harga yang lebih terjangkau.

Namun, ketersediaan ikan juga dipengaruhi kondisi cuaca. Saat ini nelayan menghadapi angin selatan sehingga beberapa jenis ikan yang banyak dicari masyarakat belum tersedia.

Kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Tanjung Redeb dan Sambaliung. 

Baca Juga: Kaltim Minta Raksasa Tambang Gunakan Galangan Kapal Lokal

Setelah Gunung Tabur, pasar ikan murah tersebut direncanakan berlanjut ke kecamatan lainnya hingga menyasar seluruh 13 kecamatan di Kabupaten Berau.

Sementara itu, Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, menjelaskan pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan jarak dan kondisi distribusi ikan.

Kecamatan yang lokasinya lebih dekat menjadi prioritas awal untuk menjaga kualitas ikan selama proses pengangkutan.

“Untuk yang terjauh nanti kita koordinasikan dengan kecamatan lain. Karena jangan sampai terlalu lama dalam perjalanan, kita juga harus menjaga kualitas ikan,” jelasnya.

Ditegaskan, harga ikan dalam kegiatan tersebut tidak ditetapkan untuk mengambil keuntungan besar.

Pemerintah bersama pelaku usaha berupaya menjual ikan dengan harga yang mendekati harga modal dan tidak melampaui harga pasar.

Menurutnya, selisih harga beberapa ribu rupiah tetap berarti bagi masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga yang harus memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.

“Kalau selisih Rp 5 ribu, bagi masyarakat tentu lumayan. Tapi prinsipnya kita ambil dari harga modal, sehingga tidak merugikan pengusaha perikanan maupun nelayan,” katanya.

Pelaksanaan pasar murah di Gunung Tabur juga terbantu dukungan pemerintah kampung setempat. 

Tenda, meja dan kursi disiapkan pihak kampung, sementara Diskan bersama pelaku usaha membawa komoditas ikan untuk dijual.

Selain ikan, kegiatan tersebut turut melibatkan pelaku UMKM di Gunung Tabur. 

Pihaknya berharap kegiatan tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan penjualan.

Baca Juga: Terancam Hukuman Berat, Karyawan Kontrak Diskominfo Kukar Ternyata Rencanakan Pembakaran Sejak Malam

Lanjutnya, program tersebut akan terus dievaluasi berdasarkan kondisi produksi dan harga ikan di masing-masing wilayah.

Pemerintah juga mendorong masyarakat meningkatkan konsumsi ikan sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.

Ia menambahkan, berbagai langkah pengendalian harga pangan yang dilakukan Pemkab Berau turut menjadi bagian dari strategi menjaga inflasi daerah. 

Pihaknya akan melanjutkan koordinasi lintas sektor agar pasokan pangan tetap tersedia dan harga tidak mengalami gejolak.

“Intinya ikan tersedia, tetapi memang bergantung musim. Tujuannya menekan inflasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (aja/far)

 
Editor : Faroq Zamzami
pasar ikan murah umkm berau Sri Juniarsih Mas