Kepala BLU UPBU Bandara Kalimarau, Patah Atabri, menegaskan bahwa jarak pandang (visibility) di area landasan pacu masih sangat ideal untuk proses pendaratan (landing) maupun lepas landas (take-off).
"Untuk saat ini kondisi di Bandara Kalimarau masih aman. Jarak pandang masih di atas 5.000 meter atau 5 kilometer. Sementara batas minimal visibilitas untuk pesawat yang mendarat hanya 600 meter, sehingga operasional take-off dan landing masih aman," ujar Patah.
Antisipasi Edaran Darurat dan Stabilitas Penerbangan
Menghadapi ancaman karhutla yang memburuk, pihak otoritas bandara telah menerima surat edaran panduan antisipasi jika sewaktu-waktu ketebalan asap memicu penurunan jarak pandang secara drastis. Meski demikian, Patah memastikan belum ada dampak penerbangan yang terganggu akibat kabut tersebut.
Mengenai dinamika maskapai, Patah juga meluruskan bahwa perubahan frekuensi pada rute Surabaya-Berau—yang sebelumnya melayani penerbangan 7 kali sepekan menjadi 4 kali sepekan—murni merupakan kebijakan situasional maskapai dan sama sekali tidak berkaitan dengan isu kabut asap.
"Secara umum kondisi penerbangan masih normal. Tidak ada perubahan yang signifikan dan tidak ada gangguan operasional saat ini," tegasnya. Pihak Bandara Kalimarau berjanji akan terus memantau perkembangan cuaca secara intensif dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait guna menjamin keselamatan serta kenyamanan para penumpang. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co