PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Dinas Perikanan (Diskan) Berau menindaklanjuti laporan warga terkait kejadian ikan mati mendadak di kawasan tambak di aliran Sungai Segah. Tim diterjunkan untuk melakukan pemantauan awal sekaligus mengambil sampel guna mengetahui penyebab kejadian tersebut, Selasa (8/9/2026).
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, mengatakan laporan mengenai kematian ikan tersebut diterima dari masyarakat. Menindaklanjuti informasi itu, pihaknya langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi perairan. “Ya, kami menerima laporan masyarakat terkait ikan yang tiba-tiba mati,” ujarnya.
Baca Juga: Hujan Tak Merata Belum Mampu Meredam Kabut Asap, Udara Pontianak dan Kubu Raya Tetap Berbahaya
Menurut Abdul Majid, pemeriksaan awal dilakukan dengan menguji kondisi air, khususnya untuk mengetahui kemungkinan adanya perubahan salinitas atau kadar garam pada perairan yang menjadi lokasi tambak.
“Saat ini kami baru melakukan uji air, apakah terjadi salinitas perairan,” katanya.
Dari pemeriksaan awal yang dilakukan, kandungan garam dalam air tidak terdeteksi. Hasil tersebut membuat dugaan penyebab kematian ikan mengarah pada faktor lain yang masih perlu didalami.
Salah satu kemungkinan yang tengah menjadi perhatian adalah rendahnya kadar oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) di dalam air. Kondisi kekurangan oksigen dapat memengaruhi kehidupan ikan, terutama apabila terjadi dalam jumlah atau kondisi tertentu.
“Ada kemungkinan kekurangan oksigen yang memengaruhi ikan-ikan di sana,” ungkap Abdul Majid.
Namun, Diskan Berau belum menyimpulkan penyebab kematian ikan tersebut. Pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan dengan mengumpulkan sampel dari sejumlah titik di sepanjang Sungai Segah.
Baca Juga: Nakes RSUD AWS Gelar Aksi Tanpa Izin, Plt Dirut Minta Pegawai Bicara Langsung
Abdul Majid menyebut, hingga sore hari, tim masih berada di lapangan untuk mengumpulkan berbagai sampel yang diperlukan dalam proses pendalaman. Sampel tersebut nantinya menjadi bahan untuk melihat kondisi perairan secara lebih menyeluruh.
Selain Diskan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau juga turut melakukan pemeriksaan. Instansi tersebut telah mengambil sampel air untuk dilakukan pengujian di laboratorium.
“DLHK juga sudah mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium,” katanya.
Abdul Majid mengimbau masyarakat, khususnya para petambak, tidak panik menyikapi kejadian tersebut. Ia meminta petambak tetap tenang sembari menunggu hasil pemeriksaan dan pendalaman dari tim terkait. “Kami harap ini tidak menimbulkan kepanikan,” ujarnya.
Ia juga meminta petambak segera melaporkan kepada Diskan apabila menemukan perubahan kondisi perairan maupun kejadian lain yang dinilai tidak wajar. Dengan laporan tersebut, pihaknya dapat memberikan pemantauan dan pendampingan lebih cepat. “Kalau menemukan hal aneh, bisa melapor ke kantor untuk mendapat pendampingan,” katanya. (sen/far)
Editor : Faroq Zamzami