Perjuangan Bersama demi Listrik untuk Seluruh Kampung di Berau  

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 08:07 WIB
PERJUANGKAN LISTRIK: Sekkab Berau, Muhammad Said, menggantikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, untuk mendampingi Gubernur Kaltim dalam memperjuangkan program kelistrikan bagi 15 kampung yang belum teraliri listrik di Berau. KPG
PERJUANGKAN LISTRIK: Sekkab Berau, Muhammad Said, menggantikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, untuk mendampingi Gubernur Kaltim dalam memperjuangkan program kelistrikan bagi 15 kampung yang belum teraliri listrik di Berau. KPG

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong pemerataan akses listrik bagi masyarakat di wilayah pedalaman. Saat ini, masih terdapat 15 kampung di Kabupaten Berau yang belum teraliri listrik.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, mengatakan upaya pemerataan tersebut dibahas dalam pertemuan bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (14/9/2026) hingga Selasa (15/9/2026).

Baca Juga: Momentum Peringatan Hari Jadi Berau, Semangat Bersama hadapi Tantangan Kemarau 

Pertemuan tersebut membahas verifikasi serta usulan program listrik masuk desa. Berau menjadi salah satu daerah di Kalimantan Timur yang mendapat perhatian khusus karena masih terdapat wilayah yang belum menikmati akses listrik secara optimal.

“Tujuannya untuk memverifikasi dan mengusulkan listrik masuk desa,” ujarnya.
Selain Berau, terdapat lima kabupaten lain yang menjadi perhatian, yakni Kutai Kartanegara (Kukar), Mahakam Ulu (Mahulu), Kutai Barat (Kubar), Kutai Timur (Kutim), dan Paser.

Usulan tersebut disampaikan karena distribusi listrik di Kalimantan Timur hingga kini belum sepenuhnya merata.

Khusus Berau, pemerintah daerah mencatat masih ada 15 kampung yang belum mendapatkan layanan listrik. Untuk tahun ini, pemerintah merencanakan dukungan pembangunan jaringan listrik pada 30 titik.

Baca Juga: Bupati Berau Sri Juniarsih Apresiasi Perjuangan Petugas Gabungan Tangani Karhutla  

Said berharap, program tersebut dapat terus berlanjut sehingga seluruh kampung yang belum teraliri listrik dapat menikmati layanan kelistrikan secara menyeluruh pada 2027. “Insyaallah 2027 bisa sepenuhnya,” katanya.

Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam pemerataan listrik di Berau adalah kondisi geografis. Jarak antarkampung yang relatif jauh membuat pembangunan infrastruktur kelistrikan membutuhkan penanganan dan perencanaan lebih khusus. “Kendala memang jarak antarkampung yang jauh,” jelasnya.

Kondisi tersebut terutama dirasakan pada sejumlah wilayah seperti Kecamatan Kelay, Segah, hingga Bidukbiduk. Medan dan jarak yang harus ditempuh menjadi faktor yang turut memengaruhi penentuan titik pembangunan jaringan listrik.

Baca Juga: Peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Meski demikian, Pemkab Berau akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar usulan tersebut dapat direalisasikan.

Pemerataan listrik dinilai penting untuk mendukung pelayanan dasar sekaligus meningkatkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di kampung-kampung yang selama ini belum menikmati akses listrik secara optimal. (*/adv/far)

Editor : Faroq Zamzami
muhammad said listrik berau