Mengenal Ancur Paddas dan Puncak Rasul, Dua Kuliner Khas Berau yang Sudah ada Sejak Zaman Kerajaan

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 09:21 WIB
HIDANGAN LOKAL: Kuliner khas Berau didorong hadir di hotel, termasuk ancur paddas sebagai salah satu pilihan menu sarapan. IZZA/BERAU POST
HIDANGAN LOKAL: Kuliner khas Berau didorong hadir di hotel, termasuk ancur paddas sebagai salah satu pilihan menu sarapan. IZZA/BERAU POST

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Ancur paddas dan puncak rasul, makanan khas daerah yang merupakan kekayaan budaya yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda, pendatang, hingga wisatawan.

Hotel-hotel di Kabupaten Berau juga didorong mulai mempertimbangkan ancur paddas sebagai salah satu menu sarapan. Upaya itu dinilai dapat membantu memperluas pengenalan kuliner khas Berau kepada tamu yang datang dari luar daerah.

Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, mengatakan penyajian kuliner lokal di berbagai tempat, termasuk fasilitas akomodasi, dapat menjadi bagian dari promosi kebudayaan Berau.

Baca Juga: Sempat Bertahan Usai Ditolong Dokter, Kukang Malang Korban Sengatan Listrik di Sampit Akhirnya Mati

Karena itu, pelestarian makanan tradisional tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan lomba, tetapi perlu dilanjutkan dengan pengembangan dan pemanfaatan yang lebih luas.

“Saya sangat ingin, tamu-tamu yang datang ke Kabupaten Berau dijamu dengan makanan khas yang kita miliki,” ujarnya, saat membuka Lomba Ancur Paddas, Puncak Rasul, dan Festival Jajanan Tradisional yang di Lapangan GOR Pemuda Tanjung Redeb, Rabu (23/9/2026).

Gamalis juga mendorong agar ancur paddas dan makanan khas Berau lainnya dapat dikembangkan sebagai produk usaha masyarakat.

“Dengan begitu, kuliner tradisional tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan dapat membuka peluang kesejahteraan bagi pelaku usaha,” harapnya.

Ia juga meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mengambil peran dalam mendorong pengembangan kuliner khas tersebut.

Selain itu, ia juga mengajak para content creator atau pembuat konten untuk ikut memperkenalkan kuliner tradisional Berau melalui konten-konten kreatif.

Baca Juga: Andi Harun Pilih Mobil Pribadi dan Tutup Pintu Pengadaan Kendaraan Dinas Baru

Promosi melalui media digital dapat membantu memperluas jangkauan informasi mengenai makanan khas daerah sekaligus mendorong generasi muda ikut terlibat dalam pelestarian budaya.

Ancur paddas juga biasanya lebih sering disajikan dalam berbagai kegiatan pemerintah maupun masyarakat, seperti pelatihan, bimbingan teknis, dan pembukaan kegiatan.

Sementara, puncak rasul dapat dikembangkan melalui keterlibatan kelompok ibu-ibu, terutama pada momentum bulan Maulid.

Lanjutnya, pengembangan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ia berharap, kuliner khas Berau dapat terus hadir dalam kehidupan masyarakat dan berkembang menjadi produk yang memiliki nilai budaya sekaligus ekonomi.

Sementara itu, Ketua DPRD Berau, Dedy Okto, juga mendukung upaya pengembangan kuliner khas daerah agar semakin dikenal masyarakat luas. Menurutnya, makanan tradisional Berau memiliki potensi untuk terus diperkenalkan sekaligus dikembangkan. “Ini merupakan bagian dari kekayaan daerah yang perlu kita jaga,” katanya. 

Baca Juga: BREAKING NEWS: Diduga Rem Blong, Truk Hantam Tiang PJU dan Median Jalan di Km 1 Balikpapan

Ia berharap berbagai pihak dapat ikut mengambil peran dalam memperkenalkan kuliner khas Berau, sehingga keberadaannya tetap terjaga dan semakin dikenal oleh masyarakat maupun pendatang.

Ancur paddas dan puncak rasul merupakan kuliner legendaris khas Berau yang sudah ada sejak zaman dua Kerajaan Berau yakni Kesultanan Gunung Tabur dan Sambaliung.

Ancur paddas dari bahasa Banua yang artinya bubur. Bubur khas Berau ini berbahan dasar 41 jenis rempah-rempah yang mengandung bahan alami serta memiliki cita rasa yang khas dan dipercaya memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan.

Sementara puncak rasul adalah kuliner berbahan dasar nasi ketan yang dibentuk kerucut menjulang ke atas dengan memiliki warna merah, kuning dan putih, yang masing-masing memiliki filosofi tersendiri. Puncak Rasul merupakan kuliner khas yang disajikan pada setiap acara adat seperti syukuran. (aja/far)

Editor : Faroq Zamzami
ancur paddas puncak rasul gamalis berau