Pelepasan tersebut menjadi kegiatan perdana Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Lestari Balikukup dalam upaya mendukung konservasi penyu di wilayah pesisir kampung tersebut.
Kegiatan pelepasan tukik turut dihadiri Pemerintah Kampung Balikukup, Pospol, Babinsa, karang taruna, masyarakat, hingga anak-anak yang antusias menyaksikan pelepasan tukik menuju habitat alaminya.
Baca Juga: Semarak Pariwisata Fest 2026 Dimulai! Digelar 10 Hari Tanpa APBD, Siap Manjakan Warga Kaltim
Sekretaris Pokmaswas Lestari Balikukup, Suryadi, mengatakan keberhasilan penetasan dan pelepasan tukik menjadi pencapaian tersendiri bagi kelompoknya.
Sebanyak 45 tukik penyu hijau berhasil menetas setelah menjalani masa inkubasi selama 47 hari.
“Alhamdulillah, penangkaran kami berhasil,” ujarnya.
Suryadi menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kegiatan patroli yang rutin dilakukan anggota Pokmaswas. Setiap malam, anggota kelompok menyisir kawasan pantai untuk memantau lokasi yang menjadi titik rawan bagi induk penyu ketika naik ke daratan untuk bertelur.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga sarang penyu sekaligus memastikan telur dapat berkembang hingga menetas. Dari kegiatan penangkaran yang dilakukan, masih terdapat dua sarang lainnya yang belum menetas dan masih dalam proses pemantauan.
Menurut Suryadi, kegiatan konservasi penyu di Balikukup juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak.
Salah satunya melalui kerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), yang memberikan kepercayaan kepada Pokmaswas Lestari Balikukup untuk terlibat dalam upaya perlindungan penyu hijau dan penyu sisik.
Baca Juga: Kabar Baik dari Kalbar: Titik Panas Karhutla Melandai Jadi 29, Ketapang Masih Mendominasi
Dukungan juga datang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui program perlindungan biota laut Indonesia.
“Terima kasih kepada YKAN dan KKP yang telah mempercayai kami,” katanya.
Suryadi berharap, keterlibatan masyarakat dalam menjaga penyu dan ekosistem laut di Balikukup dapat terus meningkat.
Menurutnya, keberhasilan konservasi tidak dapat dilakukan hanya oleh kelompok, tetapi membutuhkan dukungan masyarakat secara luas.
Ia juga mengajak warga Balikukup dan masyarakat Kabupaten Berau untuk bersama-sama menjaga keberadaan penyu serta habitatnya.
“Tanpa dukungan warga Berau, kami tidak ada apa-apanya,” ungkapnya.
Pelepasan 45 tukik tersebut diharapkan menjadi awal dari semakin kuatnya upaya konservasi di Balikukup.
Baca Juga: Bosan dengan Chat Hambar? Ini 10 Jurus Mengubah Percakapan Biasa Menjadi Permainan Flirting Menggoda
Kehadiran masyarakat, khususnya anak-anak, dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian biota laut sejak dini.
Pokmaswas Lestari Balikukup berharap kegiatan konservasi dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam perlindungan penyu dan ekosistem pesisir Berau. (sen/far)
Editor : Faroq Zamzami