PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Event Bupati Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara antarkecamatan.
Turnamen sepak bola ini juga menjadi panggung untuk melihat dan menjaring potensi pesepak bola berbakat dari berbagai wilayah di Bumi Batiwakkal.
Hal itu disampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, saat menutup rangkaian Bupati Cup 2026.
Menurutnya, keterlibatan seluruh kecamatan membuat turnamen tersebut memiliki nilai lebih, karena mempertemukan talenta sepak bola dari berbagai wilayah, mulai dari kawasan perkotaan hingga kampung.
Baca Juga: Naga Samudra Juara Lomba Perahu Panjang, Wabub Berau Beri Apresiasi kepada Seluruh Pihak
Berau diketahui memiliki 13 kecamatan dan 100 kampung. Seluruh kecamatan turut mengirimkan tim untuk ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Kondisi itu dinilai menjadi kesempatan bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjadi perhatian bagi pengurus cabang olahraga (cabor), khususnya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Berau.
“Dari sini kita bisa melihat potensi-potensi atlet yang mungkin selama ini belum terlihat,” ujar Muhammad Said.
Menurutnya, kompetisi seperti Bupati Cup dapat menjadi salah satu sarana untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan sepak bola di tingkat kecamatan hingga kampung.
Sebab, tidak menutup kemungkinan terdapat pemain dengan kemampuan menonjol yang selama ini belum mendapatkan kesempatan tampil dalam kompetisi dengan skala lebih besar. Karena itu, ia mendorong PSSI Berau maupun pihak yang berkepentingan dengan pembinaan sepak bola, agar tidak berhenti pada penyelenggaraan turnamen.
Baca Juga: Derawan-Maratua Jadi Inspirasi Tema Wastra PPBN 2026, dari Keindahan Laut Berau ke Panggung Dunia
Pemain yang dinilai memiliki potensi perlu didata dan mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan. “Jangan sampai setelah turnamen selesai, potensi itu tidak ditindaklanjuti,” katanya.
Muhammad Said menilai, pembinaan berjenjang menjadi salah satu kunci untuk menghasilkan atlet yang mampu membawa nama Kabupaten Berau pada kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Terlebih, Kabupaten Berau akan menghadapi agenda olahraga besar, yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada November 2026.
Menurutnya, keberadaan Bupati Cup dapat dimanfaatkan sebagai salah satu momentum bagi pengurus sepak bola untuk melihat kesiapan, sekaligus memetakan pemain-pemain potensial yang dapat dikembangkan untuk menghadapi berbagai agenda pertandingan ke depan.
Baca Juga: Semaraknya Berau Ethno Carnival, Keragaman Budaya Jadi Kekayaan yang Harus Terus Dijaga
“Ini juga bisa menjadi bagian dari seleksi. Kita berharap dari kegiatan seperti ini muncul pemain-pemain potensial yang nantinya bisa menjadi kebanggaan Kabupaten Berau,” katanya.
Ia berharap pembinaan tidak hanya berfokus kepada pemain yang sudah dikenal, tetapi juga menyentuh talenta-talenta yang berada di kampung. “Karena tentu banyak talenta para pemain di kampung yang kurang terekspos sehingga ini bisa menjadi ajang mereka untuk ujuk gigi,” tuturnya. (adv/far)
Editor : Faroq Zamzami