Berau Ethno Carnival dan Perahu Panjang Jadi Ruang Pelestarian Budaya Lokal

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 08:38 WIB
AGENDA: Berau Ethno Carnival yang digelar beberapa waktu lalu menyita banyak perhatian masyarakat. KPG
AGENDA: Berau Ethno Carnival yang digelar beberapa waktu lalu menyita banyak perhatian masyarakat. KPG

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kreativitas budaya lokal menjadi salah satu kekuatan yang ditampilkan dalam Berau Ethno Carnival 2026.

Beragam kreasi dari kelompok etnis, komunitas, pelajar, hingga masyarakat, ikut mewarnai kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Ke-73 Kabupaten Berau dan HUT Ke-216 Tanjung Redeb tersebut.

Keberagaman penampilan yang ditampilkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dinilai sebagai ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Berau.

Dijelaskan Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, berbagai kreasi yang ditampilkan menggambarkan keberagaman tradisi dan budaya yang hidup berdampingan di Bumi Batiwakkal.

Baca Juga: Bupati Sri Juniarsih Bahas Potensi Wastra Berau bersama Ivan Gunawan

Hal tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga identitas daerah sekaligus mengenalkan budaya Berau kepada generasi muda.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Diperlukan ruang yang secara konsisten memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menampilkan, mengenalkan, sekaligus mengembangkan kreativitas berbasis budaya lokal.

“Bukan hanya Ethno Carnival, kegiatan budaya seperti Perahu Panjang juga harus terus dilestarikan. Ini merupakan bagian dari warisan dan peninggalan para pendahulu yang harus kita jaga,” ujarnya.

Perahu Panjang menjadi salah satu kegiatan budaya yang memiliki daya tarik tersendiri. Selain mempertahankan tradisi, perlombaan tersebut juga mampu menghadirkan antusiasme masyarakat dan menjadi ruang berkumpulnya berbagai kalangan.

Menurutnya, kegiatan-kegiatan yang mengangkat budaya lokal harus terus diperkuat. Pemerintah dan masyarakat dinilai memiliki peran penting agar berbagai tradisi yang ada tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin dikenal oleh generasi berikutnya.

Baca Juga: Naga Samudra Juara Lomba Perahu Panjang, Wabub Berau Beri Apresiasi kepada Seluruh Pihak

“Harapannya kegiatan seperti ini terus diperkuat dan ke depan bisa dibuat lebih meriah lagi. Jangan sampai budaya yang menjadi peninggalan para pendahulu kita justru hilang karena tidak dilestarikan,” katanya.

Ia menilai, kreativitas masyarakat dalam mengemas budaya menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi tradisi di tengah perkembangan zaman. Budaya lokal dapat terus hidup apabila diberikan ruang untuk berkembang tanpa menghilangkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Selain menjadi sarana pelestarian, kegiatan budaya juga dinilai memiliki potensi untuk mendukung sektor pariwisata daerah.

“Semakin banyak kegiatan yang mengangkat kekayaan budaya Berau, semakin besar pula peluang masyarakat luar daerah untuk mengenal keunikan Bumi Batiwakkal,” tuturnya.

Karena itu, kegiatan seperti Berau Ethno Carnival dan Perahu Panjang diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata.

Baca Juga: Semaraknya Berau Ethno Carnival, Keragaman Budaya Jadi Kekayaan yang Harus Terus Dijaga

Pengembangan konsep, keterlibatan generasi muda, serta partisipasi komunitas budaya perlu terus ditingkatkan agar kegiatan tersebut semakin menarik dan memiliki dampak yang lebih luas. 

“Dengan begitu, keberagaman budaya Berau tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga menjadi kekuatan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi,” tuturnya. (adv/far)

Editor : Faroq Zamzami
perahu panjang Berau Ethno Carnival gamalis