Tak Lengah meski Tren Turun, Karhutla Masih Jadi Perhatian Pemkab Berau

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 07:24 WIB
TETAP WASPADA: Meski tren menurun, Pemkab Berau tetap menjaga kewaspadaan terhadap potensi terjadinya karhutla. KPG
TETAP WASPADA: Meski tren menurun, Pemkab Berau tetap menjaga kewaspadaan terhadap potensi terjadinya karhutla. KPG

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau meminta seluruh pihak tetap meningkatkan kewaspadaanterhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskitren kejadian dalam beberapa waktu terakhir mulaimenunjukkan penurunan.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan penurunan tren karhutla tidak boleh membuat kewaspadaan diturunkan.

Tim penanganan yang selama ini terlibat dalam upayapengendalian kebakaran juga diminta tetap bersiagamenghadapi kemungkinan munculnya titik api baru.

Baca Juga: Pemkab Berau Terus Perjuangkan Dukungan pada Sektor Pertanian

Menurutnya, kondisi musim karhutla masih membutuhkanperhatian serius karena potensi kebakaran dapat kembalimeningkat apabila kondisi lingkungan dan cuaca mendukungterjadinya penyebaran api.

“Kami berupaya sekuat tenaga dan semaksimal potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Dia mengatakan, Pemkab Berau bersama tim penanganankarhutla terus melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan di lapangan.

Upaya tersebut menjadi bagian penting untukmemastikan apabila terjadi kebakaran, penanganan dapatdilakukan sedini mungkin.

Di sisi lain, keterlibatan masyarakat juga dinilai sangat diperlukan.

Pencegahan tidak dapat sepenuhnya mengandalkan pemerintah maupun petugas di lapangan, tetapimembutuhkan kesadaran masyarakat dalam menjagalingkungan.

Sri Juniarsih mengimbau, masyarakat untuk ikut melakukan langkah preventif, salah satunya dengan tidak melakukan aktivitas pembakaran secara sembarangan.

“Meski trennya menurun, tim tetap kami minta bersiaga dan masyarakat juga harus waspada,” katanya.

Baca Juga: Bupati Sri Juniarsih Cermati Munculnya Kabut Asap meski Karhutla di Berau Terkendali

Dia secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah, terutama ketika kondisi lingkungansedang kering.

Aktivitas pembakaran yang tidak terkendaliberpotensi memicu kebakaran dan memperluas dampaknya.

Selain mencegah munculnya titik api, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan di tengah potensi kabut asap yang masih dapat terjadi.

Perlindungan diri menjadi penting, terutama bagi masyarakat yang beraktivitasdi luar ruangan.

Bupati mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker ketika kualitas udara terganggu. Masyarakat juga dimintamenjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap apabilakondisi udara sedang tidak baik.

“Jangan membakar-bakar sampah dan tetap lindungi diridengan menggunakan masker serta menjaga kesehatan,” terangnya.

Baca Juga: Wujudkan Bus Sekolah dan Trans Berau, Bupati Sri Juniarsih Akan Minta Dukungan Kemenhub

Pemkab Berau berharap langkah pencegahan dapat dilakukansecara bersama-sama.

Dengan kewaspadaan pemerintah, kesiapsiagaan petugas dan partisipasi masyarakat, potensikarhutla diharapkan dapat ditekan sehingga dampaknyaterhadap lingkungan, kesehatan maupun aktivitas masyarakatdapat diminimalkan. (adv)

Editor : Faroq Zamzami
karhutla berau Sri Juniarsih Mas